Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

MALANGTIMES - Situasi Covid-19 membuat sejumlah agenda olahraga harus terus dibahas karena belum tentu bagaimana kelanjutannya, salah satunya yakni kompetisi sepak bola Indonesia.

Setelah melakukan rapat daring sekaligus halal bihalal via online, para pengurus PSSI dan klub peserta Liga 1 2020 membahas bagaimana kelanjutan kompetisi pada tahun ini.

Baca Juga : Harus Legawa, Pemain Arema FC Hanya Bisa Terima Gaji Tanpa THR

Arema FC sendiri setuju dengan rencana berlanjutnya kompetisi Liga 1 2020 namun dengan syarat harus ada peraturan tentang subsidi dan negoisasi ulang kontrak pemain dan pelatih. Meskipun sebelumnya Arema FC merupakan tim yang selalu menentukan sikap agar kompetisi Liga 1 2020 dihentikan karena berbagai pertimbangan. Namun setelah adanya rapat daring bersama peserta lainnya, akhirnya tim berjuluk Singo Edan ini pun luluh dan menyatakan sikap setuju dengan melanjutkan kom

Keputusan tersebut tak lain karena ada dorongan dari pemerintah yang mengeluarkan kebijakan New Normal pasca PSBB nanti telah usai (30/5/2020).

"Arema FC setuju dilanjutkan, meskipun semula kita minta dihentikan. Kita setuju karena pemerintah menjamin lewat kebijakan New Normal, juga kita untuk melindungi banyak UMKM atau stake holder yang bergantung pada keberlangsungan sepakbola," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Perihal subsidi klub, Ruddy menyampaikan bahwa hal itu berpengaruh pada batasan penonton yang jika nanti kompetisi Liga 1 2020 kembali digelar. Hal itu juga berpengaruh pada pemasukan klub yang menjadi tuan rumah penyelenggara pertandingan.

Baca Juga : Berharap Kompetisi 2020 Dihentikan, Arema FC: Kita Pikirkan Liga 1 2021

"Kita mengajak semua pihak untuk rasional dengan kompetisi dilanjutkan, maka kita perlu duduk bersama dan menyesuaikan kondisi baik bagi klub dan stake holder lainnya," lanjut Ruddy.

Meski begitu, rapat daring yang dilakukan itu sementara masih menampung usulan dari para klub peserta Liga 1 2020. Karena semua akan diputuskan setelah masa akhir penanganan Covid 19 oleh pemerintah pada 29 Mei 2020 besok.