Susasana Rakor Evaluasi PSBB di Malang Raya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Tiga Kepala Daerah di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu malam (27/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Susasana Rakor Evaluasi PSBB di Malang Raya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Tiga Kepala Daerah di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu malam (27/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya telah memasuki hari ke 11. Jika tidak ada permasalahan yang berarti, pemberlakuan tersebut akan berakhir pada 30 Mei 2020 mendatang.

Dalam masa ini segala aktivitas di kerumunan dilakukan pembatasan, hingga penanganan Covid-19 juga dipantau untuk dipastikan apakah telah dianggap sukses atau perlu diperpanjang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara langsung mengumpulkan tiga Kepala Daerah di Malang Raya yakni, Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Bupati Malang Sanusi untuk membahas evaluasi pelaksanaan PSBB di Malang Raya.

"Ini sudah memasuki hari ke sebelas pelaksanaan PSBB di Malang Raya. Kami mohon evaluasi secara umum dari Danrem (Kolonel Inf Zainuddin) dan evaluasi dari kepala daerah," ungkap Khofifah saat memimpin Rakor Evaluasi PSBB Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu malam (27/5/2020).

Sebelumnya, sejak siang ini Gubernur Jawa Timur juga sempat meninjau Lumbung Pangan Mandiri di Posko Masuk Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kemudian, turut meninjau Kampung Tangguh di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Serta Kampung Tangguh di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dalam pembahasan evaluasi itu, mantan Menteri Sosial ini menilai pelaksanaan PSBB di Malang Raya berjalan dengan cukup baik.

"Ini satu kesatuan, bagaimana Malang Raya bisa menjalankan PSBB ini dengan sangat baik," ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, pertemuan tersebut saat ini masih berlangsung. Dalam agenda, diinformasikan sekaligus untuk pembahasan persiapan menuju transisi New Normal sebagai bentuk menata kehidupan baru agar masyarakat berdamai dengan Covid-19.