Ilustrasi zonasi. (Sumber: beritaagar.id)
Ilustrasi zonasi. (Sumber: beritaagar.id)

MALANGTIMES - Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi di kota Malang telah usai. Apabila tidak lolos pada jalur-jalur tersebut, masih bisa mengikuti jalur zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PPDB Jalur Zonasi Kota Malang) Kota Malang Dra Zubaidah MM menyampaikan, kuota zonasi kini berkurang menjadi 50% dari daya tampung.

Baca Juga : Cek Lagi! Hari Ini Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Kota Malang yang Sah dan Berlaku

"PPDB dilaksanakan melalui 4 jalur, zonasi 50%, prestasi 30%, afirmasi 15%, dan perpindahan orang tua 5%," bebernya beberapa waktu yang lalu.

Perubahan kuota ini tentu lebih "longgar" dibandingkan PPDB tahun sebelumnya di mana kuota zonasi mencapai 90%. Perubahan kuota tahun ini ditetapkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB pada TK, SD, SMP yang ditandatangani Mendikbud Nadhiem Makarim. 

Zubaidah menyamampaikan, pendaftaran PPDB jalur zonasi dimulai tanggal 2-4 Juni 2020 secara daring/online di website ppdb.malangkota.go.id.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dicatat mengenai PPDB jalur zonasi kota Malang dihimpun dari keterangan Dikbud kota Malang.

1. Jenjang SD Negeri Pilih 1 Sekolah, Jenjang SMP Negeri Pilih 3 Sekolah

Untuk jenjang SD Negeri, sekolah yang dipilih hanya satu sekolah. Jadi, satu calon siswa hanya memiliki satu pilihan SD Negeri. Sementara untuk jenjang SMP Negeri, sekolah yang dipilih tiga sekolah. Artinya, satu calon siswa dapat memilih tiga SMP Negeri.

2. Persyaratan yang Harus Dipenuhi

- Persyaratan PPDB Jalur Zonasi Jenjang SD Negeri:
a. Akta Lahir 
b. Kartu Keluarga (KK)

Dokumen tersebut di-scan atau difoto. Kemudian simpan dalam bentuk/format JPG. Lalu ubah ukuran file scan/foto maksimal 500kb. Sebagai catatan, usahakan terlihat jelas/tidak kabur agar mudah diverifikasi oleh Operator PPDB di masing-masing sekolah.

- Persyaratan PPDB Jalur Zonasi Jenjang SMP Negeri:
a. Surat keterangan menyelesaikan kelas 6. 
b. Kartu Keluarga

Dokumen tersebut juga di-scan atau difoto, kemudian simpan dalam bentuk/format JPG. Lalu ubah ukuran file scan/foto maksimal 500kb. Usahakan jelas terlihat/tidak kabur agar mudah diverifikasi oleh Operator PPDB di masing-masing sekolah.

3. Aplikasi/link PPDB Jalur Zonasi Telah Dioptimalisasi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Malang telah melakukan optimalisasi aplikasi PPDB jalur zonasi tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini dimaksudkan agar pada pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Pada aplikasi PPDB Zonasi ini:
a. Aplikasi ringkas.
b. Menu mudah dipahami. 
c. Langsung tampak jarak rumah dengan sekolah terdekat, yang dapat dijadikan acuan oleh calon siswa untuk memilih sekolah.

4. Pastikan Nomor Telepon Aktif

Dalam mengisi kolom nomor telepon genggam/handphone, pastikan nomor WhatsApp tersebut aktif. Sehingga dapat dihubungi oleh panitia PPDB manakala diperlukan atau penyampaian informasi terkait PPDB jalur zonasi.

5. Semua Berdasarkan Sistem Google Maps

Jalur zonasi pada intinya adalah berdasarkan jarak antara sekolah pilihan dengan tempat tinggal calon siswa yang tertera atau tercantum pada Kartu Keluarga (KK). Semakin dekat jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah pilihan, maka makin besar peluang untuk diterima. Demikian pula sebaliknya.

Pada PPDB jalur zonasi tidak ada jarak minimal atau maksimal. Semua berdasarkan sistem berbasis google map.

Usai pendaftar benar menginput Nomor lnduk Kependudukan (NIK) calon siswa dan Nomor Kartu Keluarga dengan benar, sebelum memilih sekolah, aplikasi PPDB jalur zonasi akan menyajikan data sekolah terdekat beserta jaraknya dengan tempat tinggal calon siswa.

Contoh:

Baca Juga : Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Kota Malang Bisa Diakses Hari Ini

Sekolah A kuota 100 calon siswa. Dalam radius 600 meter persegi telah terpenuhi kuotanya. Maka calon siswa yang rumahnya berjarak Iebih dari 600 meter akan dengan sendirinya tidak diterima.

Sekolah B dengan kuota 75 calon siswa ternyata dalam radius 600 meter persegi belum memenuhi kuota. Dengan demikian akan semakin melebar. Bisa sampai 1 km Iebih atau bahkan 2 km persegi Iebih, sampai pada jarak terjauh hingga terpenuhinya pagu/kuota.

6. Jika Jarak Rumah dengan Sekolah Terlampau Jauh

Apa yang harus dilakukan saat usai melakukan PPDB jalur zonasi mendapati jarak rumah/alamat sesuai Kartu Keluarga dengan sekolah pilihan tidak masuk akal atau terlampau jauh?

Pertama, pastikan usai melakukan prosesi PPDB jalur zonasi pada aplikasi yang tersedia tahap demi tahap dan dan dinyatakan berhasil melakukan pendaftaran, CETAK BUKTI PENDAFTARAN CALON SISWA.

Kedua, bila mendapati hal tersebut di atas (terkait jarak), segera datang ke sekolah pilihan pertama atau pilihan kedua maupun pilihan ketiga.

Ketiga, utarakan maksud dan tujuan. Yakni ingin melakukan pembenahan jarak rumah dengan sekolah kepada operator PPDB sekolah/panitia PPDB sekolah.

Keempat, tunjukkan bukti pendaftaran yang telah dicetak/di-print pada petugas untuk ditindaklanjuti.

7. Tidak Memerlukan ID Telegram

PPDB jalur zonasi tidak memerlukan ID telegram. Informasi terkait PPDB zonasi disampaikan melalui WhatsApp. Untuk itu, pastikan nomor yang dicantumkan pada aplikasi adalah nomor aktif dan mudah dihubungi oleh panitia PPDB.

Perlu diingat, orang tua harus cermat dalam menyikapi broadcast terkait PPDB zonasi tahun 2020/2021. Apabila kurang jelas dalam mendapatkan informasi dapat menghubungi pihak sekolah.

Waspadai janji dari pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan anak Anda dapat masuk ke SDN A, SDN B, SMPN A, SMPN B, atau sekolah manapun.

8. Surat Keterangan (Suket) Domisili Tidak Berlaku

Dokumen yang di-upload pada aplikasi PPDB jalur zonasi tahun pelajaran 2020/2021 jenjang SD Negeri dan SMP Negeri adalah Kartu Keluarga (SD dan SMP), Akta Lahir (SD), dan Surat Keterangan Menyelesaikan Kelas 6 (SMP).

Dokumen lain seperti Surat Keterangan Domisili tidak berlaku dan tidak akan diverifikasi oleh panitia PPDB. Maka, dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat dan secara otomatis gugur seleksi PPDB jalur zonasi tahun pelajaran 2020/2021 kota Malang.

9. Tidak Berbasis Kelurahan

Perlu diketahui, PPDB jalur zonasi tahun pelajaran 2020/2021 tidak berbasis kelurahan.

Misal, pada PPDB sebelumnya, calon siswa berdomisili sesuai KK di wilayah KeIurahan Purwodadi hanya dapat memilih SMPN 14, SMPN 16, dan SMPN 24. Nah, untuk PPDB zonasi tahun ini, calon siswa berdomisili di wilayah KeIurahan Purwodadi sesuai KK-nya, dapat memilih SMPN 11 yang notabene dekat dengan tempat tinggal calon siswa. Demikian halnya dengan calon siswa yang berdomisili di wilayah kelurahan Iainnya, bebas memilih SMP Negeri.

Akan tetapi, seleksi tetap berpedoman pada perangkingan jarak antara sekolah pilihan dengan rumah tempat tinggal calon siswa berdasarkan Kartu Keluarga .