Bupati Malang HM Sanusi (masker hijau) dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kerudung putih) saat mengunjungi kampung tanguh di Kecamatan Wagir (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (masker hijau) dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kerudung putih) saat mengunjungi kampung tanguh di Kecamatan Wagir (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyampaian sambutan Bupati Malang, HM Sanusi saat mengunjungi Kampung Tangguh di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (27/5/2020) sore cukup mengharukan. Bagaimana tidak, dalam suasana yang sedang gerimis orang nomor satu di Pemkab Malang ini air matanya turut menetes saat memberikan sambutan di hadapan warga dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Di hadapan Gubernur Khofifah, Sanusi yang biasanya terlihat tegar saat memberikan sambutan, kali ini suaranya terdengar bergetar. Sembari meneteskan air mata, mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang ini berharap agar wabah covid-19 segera berakhir.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Masih Tambah, Pemkab Malang Berharap PSBB Hanya Berjalan 2 Minggu

”Terima kasih ibu (Gubernur Jatim) dan pak Pangdam, pak Kapolda atas perhatiannya di Kabupaten Malang khususnya dan . . .Segera selesai covid-19 ini,” ucap Sanusi dengan nada terisak-isak saat mengakhiri sambutannya dengan mengucap salam.

Lebih jauh, Sanusi mengaku jika saat ini dirinya telah mempersiapkan desa atau kampung tangguh di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Tujuannya, adalah untuk mempersiapkan opsi new normal.

”Apabila nanti pemerintah sudah menetapkan relaksasi, mereka (masyarakat Kabupaten Malang) sudah terbiasa dan sudah punya protap untuk menyelamatkan diri dari serangan atau penularan covid-19 ini,” kata Sanusi.

Sebagai informasi, Kabupaten Malang terdiri dari 378 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di 33 Kecamatan. ”Sekarang sudah ada (kampung tangguh) sekitar 300 (desa). Nantinya seluruh desa akan saya targetkan untuk membentuk kampung tangguh,” tegas Sanusi.

Jika penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berakhir dan beralih ke new normal life. Sanusi memastikan jika jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang, siap mengawal untuk menerapkan sistem new normal tersebut.

”Secara kebutuhannya, setiap desa sudah terpenuhi, gubuk pangan sudah terpenuhi di masing-masing kampung tangguh. Tentunya dengan dibantu oleh semua pihak, termasuk ibu Gubernur dan jajaran Forkopimda Provinsi Jatim dan Kabupaten Malang, serta para relawan,” lugas Sanusi.

Selain fokus ke sektor ekonomi, Sanusi mengaku jika konsep new normal yang disiapkan melalui kampung tangguh tersebut, juga bertujuan untuk menjaga suasana harmonis serta menekan aksi kriminal yang ada di masing-masing desa.

Baca Juga : Dalam 4 Bulan, Ada 707 Janda Baru di Kabupaten Malang

”Caranya dengan gotong royong, nantinya semua warga akan diwajibkan untuk melaksanakan pos kampling,” ucap salah satu kader PDI Perjuangan ini.

Sanusi menambahkan, apabila ada kejadian yang tidak diinginkan, yakni adanya warga di kampung tangguh yang meninggal karena covid-19. Bupati Malang mengklaim jika masyarakat bisa menerima dan siap melaksanakan pemulasaraan jenazah, yang meninggal karena covid-19 tersebut.

”Akan terus kita edukasi, sehingga nanti setelah ada new normal life mereka sudah terdidik dan terbiasa melaksanakan pencegahan diri, penyelamatan diri dan mencegah penularan covid-19 ini,” imbuhnya.

Apabila opsi new normal benar-benar diterapkan di Kabupaten Malang, Sanusi berharap agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni senantiasa mengenakan masker, rutin cuci tangan, dan menjaga jarak aman.

”Hari Jumat (29/5/2020) seluruh muspika rencananya akan kita kumpulkan dan kita lakukan edukasi, dan seluruh desa nanti kita terapkan kampung tanguh,” pungkasnya.