Petugas Kesehatan beserta jajaran Muspika Kecamatan Dampit sedang berada di rumah warga yang dikunjungi oleh satu keluarga dari Kabupaten Lumajang. (Foto: Istimewa)
Petugas Kesehatan beserta jajaran Muspika Kecamatan Dampit sedang berada di rumah warga yang dikunjungi oleh satu keluarga dari Kabupaten Lumajang. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Beberapa hari belakang, warga Kabupaten Malang dibuat terhenyak dengan adanya satu keluarga dari Lumajang yang mudik ke Dampit.

Pasalnya, satu keluarga dari Kabupaten Lumajang yang masih berusia balita dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga : Puskesmas Batu Tak Layani Rapid Test Mandiri, Ini Alasannya

Sebelum hasil tes swab keluar atas balita itu, kedua orang tuanya mengajaknya mudik, Minggu (24/5/2020). Padahal, sang balita itu juga masih dalam fase isolasi mandiri selama 14 hari.

Satu keluarga yang jadi percakapan banyak warga, yaitu BD (30), DW (24) dan NA (3) yang berasal dari Desa Nguder, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Saat mudik ke Desa Majangtengah dan Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, melakukan beberapa kunjungan. Atau berinteraksi langsung dengan keluarganya yang ada di wilayah Dampit.

Hal ini pula yang membuat Muspika Kecamatan Dampit pun turun langsung memastikan hal itu.

Kepada wartawan, Camat Dampit, Eko Wahyu Widodo mengungkapkan, bahwa satu keluarga tersebut memang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya di wilayah Desa Majangtengah dan Desa Sukodono, Kecamatan Dampit.

"Pada hari Minggu (24/5/2020) BD (30) dan istrinya ngajak anaknya yang berumur tiga tahun. Aslinya BD itu orang Majangtengah, yang istrinya, DW orang Sukodono. Kondisi anaknya sakit. Puskesmas (di Lumajang) suruh isolasi 14 hari, tapi baru dapat 5 (lima) hari dia silaturrahmi berlebaran pas hari minggu itu ke Majangtengah," ungkapnya saat dikonfirmasi oleh pewarta, Rabu (27/5/2020).

Eko menjelaskan lebih detail, bahwa keluarga BD ini menuju ke wilayah Kecamatan Dampit melalui pos check point yang berada di wilayah Kecamatan Ampelgading. Yakni, pos check point perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang pada rentang waktu siang hingga sore hari.

"Dari Lumajang, lewat pos check point Ampelgading naik mobil pribadi. Masuknya ke Dampit itu Minggu (24/5/2020) antara pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Habis silaturrahmi ke orang tuanya di Majangtengah, malamnya pukul 21.00 WIB itu ke mertuanya di Sukodono," ujarnya. 

Senin (25/5/2020), lanjut Eko, keluarga itu mendapat telepon langsung dari Puskesmas yang menyampaikan kabar bahwa anaknya positif Covid-19. 

Baca Juga : Indonesia Pernah Kena 8 Wabah yang Timbulkan Banyak Korban, Apa Saja?

"Dan disuruh pulang. Akhirnya sore pukul 16.00 WIB keluarga itu pulang  dari Sukodono," lanjutnya.

Disinggung terkait berapa jumlah warga yang berinteraksi langsung dengan keluarga itu, Eko menyebut dari pendataan dan pemeriksaan oleh petugas kesehatan serta Muspika Kecamatan Dampit, telah terkumpul sementara data 29 orang warga Desa Majangtengah. 

Untuk keluarga dekat dari BD yang berada di Desa Majangtengah dan melakukan kontak langsung dengan BD, DW dan NA telah menjalani rapid test Covid-19, yang hasilnya telah keluar dengan hasil non-reaktif.

Sementara itu, hingga hari ini Eko menyebutkan bahwa untuk 29 warga Desa Majangtengah lainnya, masih menunggu info lanjutan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Malang serta Puskesmas terkait pemeriksaan rapid test.