Habib Bahar bin Smith (Foto: NKRIKU)
Habib Bahar bin Smith (Foto: NKRIKU)

MALANGTIMES - Ulama Bahar bin Smith selama ini dikenal dengan gaya rambut gondrong dan pirang.  

Namun, ciri khas pria yang kerap dipanggil Habib Bahar itu kini rupanya sudah tak ada lagi.  

Pasalnya, sejak dipindah ke Lapas Batu Nusakambangan, rambut Bahar bin Smith dipotong oleh petugas lapas hingga tampil plontos.  

Hal itu pun tentu membuat banyak pihak bertanya-tanya. 

Namun diakui Habib Bahar, rambutnya plontos atas memang atas persetujuannya. 

Diketahui, rambut plontos rupanya sudah menjadi aturan di Lapas Batu Nusakambangan.  

Hal itu disampaikan Habib Bahar melalui video yang beredar di media sosial.  

Dalam video tersebut, Habib Bahar tampak menggenakan kaus warna merah dan sorban merah.

"Soal rambut saya memang aturannya di Lapas Batu, bagi penghuni baru harus dipotong rambutnya. Saya setuju saja karena petugas memenuhi SOP," ujar Habib Bahar.  

Di sisi lain, ia juga membongkar bagaimana sikap para sipir di Nusakambangan kepada dirinya.  

Diakui Habib Bahar, para petugas selama ini bersikap baik kepadanya.  

Ia juga menjelaskan jika tidak ada penyiksaan atau penganiayaan selama ia di penjara seperti isu-isu yang beredar. 

"Buat umi, istri dan anak-anak saya juga para santri, saya di sini dalam kondisi baik. Saya tidak ditekan, apalagi dianiaya dan disiksa. Semua petugas di sini bersikap baik," ujarnya. 

Habib Bahar juga mengatakan jika petugas lapas sangat perhatian hingga membuat dirinya patuh.  
"Saya ini seperti bola karet. Makin dipencet makin mental. Kalau petugas bersikap baik, saya akan semakin patuh dan merunduk," ucapnya. 

Bahar juga mengatakan bahwa tindakan petugas di Nusakambangan sudah sesuai dengan SOP.  

"Petugas sangat baik. Bahkan mereka intens bertanya apakah saya mau puasa atau tidak agar keperluan saya disediakan. Begitu juga obat-obatan yang saya butuhkan, selalu disiapkan. Alhamdulilah, selama di sini asam lambung saya tidak pernah kambuh karena obat selalu disiapkan petugas," tuturnya.