Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto (dokumentasi MalangTIMES)
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto (dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya telah memasuki hari ke 11 sejak dilaksanakan pertama kali pada Minggu (17/5/2020) lalu. 

Meski hampir berakhir, nyatanya pelaksanaan PSBB masih banyak ditemui pelanggaran.

Baca Juga : Tak Ada Ampun, Toko yang Langgar Aturan PSBB Langsung Ditindak

Di Kota Malang terutama, pelanggaran banyak terjadi di pasar rakyat. 

Sistem genap ganjil, hingga penerapan physical distancing tampaknya tak banyak dilaksanakan di pasar rakyat. 

Banyak pula pembeli yang berbelanja tidak mengenakan masker.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, pelanggaran di pasar rakyat memang masih banyak ditemui. 

Meskipun setiap hari, petugas selalu melakukan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan saat berbelanja.

"Kebanyakan pelanggaran terjadi di pasar rakyat yang besar-besar seperti Pasar Gadang dan Pasar Besar. Kalau pasar lain seperti Oro-Oro Dowo sudah tertib," katanya.

Pada awal pemberlakuan PSBB dengan sederet aturan yang mengikat, pedagang dan pembeli di pasar rakyat menurutnya telah mematuhi protokol kesehatan. 

Namun seiring berjalannya waktu memang terjadi pelanggaran. 

Petugas pun merasa sedikit kewalahan, lantaran masyarakat yang seolah acuh dan tak disiplin.

Dia pun mengimbau agar masyarakat yang hendak berbelanja di pasar tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Sehingga, penyebaran Covid-19 dapat lebih ditekan lagi. 

Baca Juga : Berikut Kriteria yang Harus Terpenuhi agar PSBB Tidak Diperpanjang Versi Kapolres Malang

Pasalnya bukan tidak mungkin, penularan terjadi di mana-mana, termasuk pasar tradisional.

Sementara berkaitan dengan sanksi yang diberikan kepada pedagang maupun pembeli yang menyalahi aturan PSBB, Wahyu menyebut jika sanksi yang diberikan hanya berupa teguran. 

Masyarakat pun diminta terus berperan aktif, meski sanksi hanya berupa teguran.

"Kalau ada pembeli atau pedagang yang nggak mengenakan masker, tidak kami perbolehkan masuk pasar," tambahnya.

Sedangkan untuk ruko di sekitar pasar rakyat yang tak memenuhi aturan PSBB seperti berjualan pakaian dan barang kecuali kebutuhan pokok juga terus ditertibkan. 

Bekerja sama dengan Satpol PP dan jaringan samping, penertiban terhadap toko dan ruko yang melanggar aturan tersebut terus dilakukan.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji juga menekankan agar pasar terus menguatkan protokol kesehatan.