Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid dalam halalbihalal virtual UIN Malang. (Foto: istimewa)
Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid dalam halalbihalal virtual UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Di hari raya Idul Fitri H+2, Kota Malang masih dalam situasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). 

Akan tetapi, hal ini tidak membatasi pimpinan, dosen, dan karyawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) untuk bersilaturahmi.

Baca Juga : Pakar Pendidikan Kritisi Kebijakan Belajar Online

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengundang seluruh dosen dan karyawan untuk halalbihalal secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa (26/5/2020).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr M Zainuddin MA. Lalu dilanjutkan dengan sambutan Prof Haris.

Dalam halalbihalal tersebut juga hadir Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi. Ia bersyukur bahwa UIN Malang masih menjaga tradisi halalbihalal di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Ia pun menyampaikan beberapa hal selama kurang lebih satu jam. Salah satunya wejangan soal work from home (WFH). 

Kata Zainut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi orang-orang yang WFH.

Pria kelahiran Jepara ini menuturkan pentingnya tetap mempertahankan produktivitas meski suasana kerja berganti.

"Biasanya penuh tekanan karena dilihat langsung atasan di kantor, sekarang bisa kerja di rumah," ucapnya.

Meski demikian, suasana bekerja dari rumah mungkin tidak mudah untuk digunakan bekerja karena banyak gangguan.

"Pasti banyak gangguan dari urusan internal di rumah sendiri," lanjutnya.

Baca Juga : UIN Malang Kupas Al-Qur'an sebagai Mukjizat yang Tak Lagi Dirasakan Sebagian Muslim

Karenanya, penting membuat perencanaan harian selama WFH. Dalam perencanaan itu, hendaknya harus memikirkan konsekuensi yang mungkin ada.

"Rencanakan juga penanganannya agar tidak berefek negatif ke instansi kita," lanjut kelahiran 1963 tersebut.

WFH, masih kata Zainut, adalah sistem kerja yang result-oriented. Artinya, hasil lah yang dilihat dan menjadi ukuran atasan dalam menilai karyawan. 

Ini juga berlaku bagi dosen yang kelas ajarnya berpindah ke kelas virtual.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan kelas daring ialah sumber daya, kreativitas metode pembelajaran, dan sistem asesmen.