Anggota kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya kakek 62 tahun akibat terkena ledakan petasan. (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)
Anggota kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya kakek 62 tahun akibat terkena ledakan petasan. (Foto : Polsek Ngajum for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seorang kakek berusia 62 tahun, warga Dusun Umbulrejo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, tewas saat meracik petasan di rumahnya, Minggu (24/5/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, korban yang meninggal saat meracik mercon tersebut bernama Suwarno. ”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Petugas masih memastikan penyebab petasan tersebut bisa meledak,” kata Kanit Reskrim Polsek Ngajum Ipda Eka Yuliandri Aska, Senin (25/5/2020) malam.

Baca Juga : Selebtweet Ikram Marki Kritik Masyarakat yang Bandel Keluar Rumah buat Beli Baju Lebaran

Dijelaskan Aska, Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, korban Suwarno  mulai naik ke lantai dua rumahnya untuk meracik petasan. Saat itu korban hanya sendirian ketika meracik mercon di TKP (tempat kejadian perkara) yang biasanya dijadikan tempat jemuran tersebut.

Berdasarkan penyidikan sementara, Suwarno saat itu meracik mercon dengan peralatan seadanya. Yakni menggunakan pipa untuk membuat gulungan kertas sebagai wadah mesiu. Sedangkan untuk memadatkan bubuk mesiu, korban memanfaatkan kayu sebelum akhirnya menaruh sumbu.

Semula semua berjalan sesuai rencana. Bahkan sudah ada puluhan mercon yang selesai dibuat oleh korban.

 Namun, menjelang siang, petaka mulai terjadi. Diduga karena kurang berhati-hati, bubuk mesiu yang sudah dimasukkan ke  pipa berisi lintingan kertas koran tersebut tiba-tiba meledak. Di saat bersamaan, ledakan mercon yang berukuran sekitar 10 sentimeter dan memiliki diameter 3 sentimeter tersebut mengenai tubuh Suwarno.

”Diduga kuat, petasan tersebut meledak karena terkena gesekan saat  memadatkan mesiu ke dalam gulungan kertas untuk wadah mercon,” sambung Aska yang juga pernah menjabat sebagai kasubag humas Polres Malang ini.

Di saat bersamaan, tubuh renta korban terpental sekitar dua meter dari lokasi kejadian akibat edakan petasan. Ledakan mesiu yang dibuat korban juga sempat menyambar petasan lainnya sehingga terjadi  ledakan susulan. Akibatnya, kediaman korban dan beberapa rumah tetangganya rusak parah.

Baca Juga : Slonong Boy, Pria Asing Berlumur Darah dan Telanjang Dada Bikin Kaget Pemilik Rumah

Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa saksi. ”Kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Kami masih memburu keberadaan pelaku yang memasok mesiu pembuat petasan kepada korban,” ucap Aska.

Di sisi lain, keluarga korban beserta tetangganya yang mendengar ledakan bergegas mendatangi sumber suara. Setibanya di lantai dua rumah korban, para saksi sudah mendapati Suwarno terkapar tak berdaya di lantai jemuran rumahnya.

”Korban dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju Rumah Sakit Wava Husada (Kepanjen),” kata Aska. Dia menambahkan bahwa petasan yang dibuat korban rencananya akan digunakan untuk memeriahkan Lebaran.