Suasana kendaraan pengunjung makam Samaan saat Hari Raya Idul Fitri yang jumlahnya menurun dibandingkan Lebaran tahun kemarin. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Suasana kendaraan pengunjung makam Samaan saat Hari Raya Idul Fitri yang jumlahnya menurun dibandingkan Lebaran tahun kemarin. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Suasana Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah terasa sangat berbeda  tahun ini karena adanya wabah pandemi covid-19.

Hal ini pun sangat berdampak pada semua sektor kehidupan, termasuk segi ekonomi. Pekerjaan yang terdampak antara lain penjual bunga kuburan serta petugas parkir di areal kuburan. Salah satunya terjadi di makam Samaan, Kota Malang.

Ida, salah satu penjual bunga kuburan di makam Samaan, mengungkapkan bahwa suasana Lebaran kali ini berbeda dengan tahun lalu. Pendapatannya menurun drastis  akibat pandemi covid-19 karena semua orang takut bersosialisasi secara dekat dan tidak melakukan tradisi-tradisi sebelumnya.

"Ya Lebaran sekarang jualannya lagi turun, Mas. Lagi sepi. Banyak orang takut karena ada corona itu," ungkapnya.

Ida yang berjualan beberapa jenis bunga seperti mawar merah, mawar putih, melati, serta campuran bunga lainnya menuturkan bahwa pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya, pendapatannya dari berjualan bunga cukup besar.

"Ya kalau Lebaran tahun kemarin-kemarin itu ya banyak dapatnya. Soalnya, sebelum hari raya sama pas hari raya. banyak orang dari luar kota datang ke makam untuk ziarah kubur," tuturnya.

Sementara itu, penjaga parkir di makam Samaan yang bernama Santoso juga mengungkapkan bahwa pendapatannya  pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini memurun hingga setengah. 

"Sedikit Mas (penghasilan). Sebelum corona, ya ramai kalau hari Lebaran gini. Sekarang berkurang, turunnya banyak. Misalnya biasa 100 (ribu), sekarang 50 (ribu)," ungkapnya.

Santoso menjelaskan bahwa sebenarnya jika tidak terdapat wabah pandemi covid-19, kawasan makam Samaan menjelang Lebaran hingga waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sangat ramai. Sampai-sampai jalan di depan makam serta di samping makam ke arah Jalan Gilimanuk disesaki roda empat maupun roda dua.

"Biasanya kalau musim Lebaran, ramai Mas. Apalagi kalau pas hari Lebarannya, di sini orang yang ke makam itu sampai uyel-uyelan saking ramainya," ujar pria yang telah lama bekerja di kawasan makam Samaan itu. 

Lebih lanjut Santoso juga mengatakan sepinya Samaan juga karena kendaraan luar kota  tidak dapat masuk ke kawasan Kota Malang.