Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memberikan arahan kepada para penumpang angkutan umum yang tampak melebihi kapasitas 50 persen di Check Point Bakpau Telo Lawang, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memberikan arahan kepada para penumpang angkutan umum yang tampak melebihi kapasitas 50 persen di Check Point Bakpau Telo Lawang, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya pada Hari Raya Idulfitri, petugas semakim memperketat pemeriksaan di 10 Check Point di wilayah perbatasan Kabupaten Malang. 

10 pos Ceck Point tersebut berada di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan beberapa daerah lainnya, yakni Check Point Bakpau Telo Lawang, Exit Tol Lawang, Rest Area Dengkol Singosari, Sumnerpucung Karangkates, Ampelgading Desa Songgokerto, Pelabuhan Sendangbiru, Kasembon berbatasan dengan Kabupaten Kediri, Jabung akses jalan pintas menuju Pasuruan, Kalipare dan Donomulyo. 

Dari 10 check point tersebut, terdapat check point yang menjadi penyumbang terbanyak jumlah pelanggar aturan PSBB Malang Raya yang kemudian diarahkan untuk berbalik arah ke daerah asalnya. 

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menuturkan bahwa check point Baklau Telo Lawang merupakan penyumbang terbanyak pelanggar aturan PSBB.

"Yang paling banyak yang kita kembalikan adalah di check point Bakpau Telo Lawang. Itu setiap harinya hampir setiap 180 sampai 210 kendaraan kita kembalikan dari bakpau telo tersebut," jelasnya saat rilis kasus di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Jumat (22/5/2020).

Sebelumnya kenaikan jumlah pelanggar juga diikuti oleh check point Rest Area Dengkol Singosari dan Exir Tol Lawang. Tetapi hingga hari ini, kedua check point tersebut yang sebelumnya mengalami kenaikan jumlah pelanggar sekarang jumlahnya melandai.

"Sementara untuk rest area dengkol dan exit tol lawang itu sudah mulai kelihatan sekali jumlah penurunan penumpang dan jumlah pengguna kendaraan yang setiap hari sudah kita kembalikan," ungkap Hendri.

Hendri mengatakan, setidaknya setiap harinya terdapat sekitar 40 sampai 50 kendaraan yang diarahkan untuk berputar arah ke daerah asalnya di setiap check point yang ada.

Pengamanan pada setiap check point juga diperketat dan diperbanyak personel untuk mengamankan check point khususnya pada saat hari raya idul fitri. Karena dikhawatirkan akan mengalami penumpukan kendaraan yang akan masuk Malang Raya, kemudian akan dipersiapkan rekayasa lalu lintas oleh jajaran aparat gabungan yang terdapat di setiap check point. 

Karena mulai hari Sabtu (23/5/2020) telah dimulai pada tahapan penindakan pelanggar aturan PSBB Malang Raya, jadi pada saat hari lebaran bakal langsung ditindak untuk para pelanggar aturan PSBB Malang Raya yang masih membandel.