Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bersama Kasat Lantas Polres Malang AKP Diyana Suci Listyawati saat rilis kasus travel gelap angkut pemudik di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Jumat (22/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bersama Kasat Lantas Polres Malang AKP Diyana Suci Listyawati saat rilis kasus travel gelap angkut pemudik di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Jumat (22/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya banyak ditemukan pelanggaran. Khususnya penggunaa kendaraan. 

Hingga pada hari keenam ini, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan dari 10 pos check point yang tersebar di wilayah perbatasan Kabupaten Malang, sebanyak 2.000 kendaraan telah dikembalikan ke daerah asalnya. 

"Sekarang sudah hari ke enam, jadi sudah ada sekitar 2.000 kendaraan yang kita kembalikan dari semua check point yang ada. Yang paling banyak kita kembalikan adalah di check point Bakpau Telo di Lawang," ungkapnya saat merilis kasus travel gelap yang berkedok kendaraan pribadi di Mapolres Malang, Jumat (22/5/2020).

Untuk hari ini (22/5/2020) merupakan hari terakhir penerapan teguran tertulis yang sudah dilakukan kepada pelanggar aturan PSBB. Teguran tertulis telah berjalan selama tiga hari terakhir ini.

"Untuk teguran tertulis tiga hari terakhir ini sudah kita laksanakan, kita sudah siapkan blangko. Di blangko tersebut sudah tercantum secara jelas apakah dia melanggar dengan tidak menggunakan masker, bermotor roda dua berboncengan atau pun kendaraan roda empat melebihi kapasitas 50 persen, atau bertujuan untuk mudik, sudah kita temukan semuanya," jelas Hendri. 

Hendri mengatakan bahwa untuk pelanggar yang telah diberikan teguran tertulis berupa blangko sudah cukup banyak sekitar 300 sampai 400 pelanggar yang telah mengisi blangko khusus. 

Para pelanggar tersebut di dominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan masker, bertujuan untuk mudik dan penumpang yang melebihi 50 persen kapasitas penumpang. Terkait untuk pelanggar yang masih berkerumun masih didominasi oleh tempat keramaian yang masih tetap buka diatas jam 21.00 WIB.

"Kalau yang keramaian misalnya dia masih buka diatas jam 21.00 WIB atau pun berkerumun di luar rumah sampai diatas pukul 21.00 WIB juga kita lakukan penindakan. Termasuk rumah makan yang masih ngeyel, masih menerapkan sistem boleh makan di tempat, itu juga kita lakukan penindakan," tegas Hendri. 

Tetapi mulai hari Sabtu (23/5/2020), semua pelanggar harus sudah dilakukan penindakan tegas dengan disiapkan personel Polres Malang yang tergabung dalam tim Strong Point dan tim Cipta Kondisi yang akan menertibkan masyarakat yang masih membandel dan tak mematuhi aturan PSBB Malang Raya. 

Hendri kembali menegaskan terkait masyarakat yang dapat masuk ke wilayah Malang Raya, yakni yang kendaraannya berplat nomor N, jika di luar itu harus menyertakan KTP atau identitas lainnya yang beralamat Malang Raya. Kemudian dapat juga menyertakan surat keterangan dari perusahaan jika ditugaskan dari luar kota untuk melakukan tugas di Malang Raya.