Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat menjelang Hari Raya Idul Fitri atau tepatnya saat malam takbir, masyarakat khususnya Kota Malang memiliki kebiasaan  melakukan takbir keliling berjalan kaki maupun membawa kendaraan beserta sound system.

Namun kebiasaan untuk menggelar takbir keliling saat malam jelang hari raya tersebut, saat ini harus diredam dahulu. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga : Travel Gelap Dari Banyuwangi Terjaring Petugas Check Point Adi Putro

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata telah menegaskan jika kegiatan takbir keliling diimbau untuk tidak digelar atau ditiadakan.

"Nggak ada, tidak boleh itu (takbir keliling)," ungkap mantan Waka Polrestabes Surabaya ini ketika ditemui di aula Polresta Malang Kota usia memantau kegiatan rapid tes anggota beberapa waktu lalu

Lebih lanjut dijelaskannnya, jika masih terdapat masyarakat yang nekat melakukan takbir keliling, terlebih lagi saat ini dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malah Raya, pihaknya mengatakan akan menindak orang yang melakukan takbir keliling tersebut.

"Tentu kami pasti akan melakukan langkah-langkah terukur terhadap yang masih mencoba itu (takbir keliling)," bebernya

Pihaknya berharap, agar masyarakat bisa mematuhi aturan pemerintah mengenai PSBB.  Upaya pelarangan ini tentunya merupakan upaya agar PSBB di Kota Malang tidak sampai berlanjut pada episode atau jilid kedua.

Baca Juga : Masih Ngotot dan Bandel Buka, Petugas PSBB Siap Tindak Toko di Kota Malang

"Harapan kami masyarakat bisa menjaga ini dnegan baik sana merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman dan kondusif. Kami minta masyarakat tetap dirumah, kalau tidak penting tetap tinggal di rumah, hanya 14 hari supaya tidak perlu memperpanjang PSBB jilid kedua, kita semua sepakat PSBB satu jilid saja," pungkasnya.