Ilustrasi alat kontrasepsi. (Foto: honestdocs.id)
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Foto: honestdocs.id)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang terus menyeruak seakan belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Karena itu pula, masyarakat masih terus dianjurkan untuk beraktivitas di rumah saja. Namun, hal yang menjadi perhatian dalam kesehatan yakni mengenai pelayanan bagi pasangan yang merencanakan jangka hamil melalui KB (Keluarga Berencana).

Dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat yang akan melakukan KB ke fasilitas kesehatan sementara waktu ditunda.

Sebab, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) alternatif pilihan pemasangan alat kontrasepsi melalui KB yang melibatkan pertemuan antar perorangan sementara ditiadakan. Kecuali, jika memiliki keluhan maka bisa membuat jadwal dengan fasilitas kesehatan terdekat.

Adapun KB yang melibatkan perorangan itu, yakni bagi yang menggunakan akseptor IUD atau Intrauterine device. Yaitu, alat berbentuk huruf T dengan ujung seperti kabel yang dimasukkan ke dalam uterus wanita.

Di mana, kandungan tembaga di dalamnya menghancurkan sperma dan mencegahnya bertemu dengan sel telur.

Kemudian, Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dan Medis Operasi Wanita (MOW) juga dianjurkan untuk sementara waktu tidak diperlukan untuk kontrol ke fasilitas kesehatan.

"Untuk meminimalkan risiko tertular Covid-19, pelayanan KB baik yang menggunakan akseptor IUD/Implant, MOW dan MOP tidak perlu kontrol. Apabila ada keluhan, maka buat perjanjian dengan petugas kesehatan untuk pemeriksaan," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang, Latifah Hanun.

Namun, bagi yang menggunakan sistem akseptor KB suntik atau meminum pil tetap bisa mendatangi petugas kesehatan dengan membuat perjanjian terlebih dahulu.

"Tapi, jika tidak memungkinkan, sementara waktu diimbau bagi yang akan melakukan hubungan suami istri untuk menggunakan kondom. Kami juga menyarankan untuk tunda kehamilan sampai kondisi pandemi Covid-19 berakhir," tandasnya.