Seorang perawat di Rusia kenakan pakaian dalam di balik APD transparan. (Foto: Mirror/Tulskie Novosti)
Seorang perawat di Rusia kenakan pakaian dalam di balik APD transparan. (Foto: Mirror/Tulskie Novosti)

MALANGTIMES - Seorang perawat di Rusia mendadak menjadi viral di media sosial setelah fotonya mengenakan alat pelindung diri (APD) transparan beredar.

Yang disorot adalah dia tampak tidak mengenakan baju yang pantas di balik APD itu melainkan hanya pakaian dalam.

Baca Juga : Sarah Khiel Jual Keperawanan, Vicky Nitinegoro Balas Lelang Keperjakaan

Alhasil, lekuk tubuhnya pun terekspose saat memberikan pelayanan pada pasien.

Bahkan karena aksinya, perawat tersebut sampai diskors oleh rumah sakit tempat ia bekerja.

Perawat itu beralasan jika seragam perawat terlalu panas untuk dikenakan.

Sehingga, ia memutuskan untuk memakai celana dalam dan bra dengan APD transparan.

Perawat yang tak disebutkan namanya itu bekerja di rumah sakit di Tula, bangsal Covid-19.

Diketahui bangsal tersebut hanya merawat pasien pria.

Tak ayal, foto perawat tersebut langsung viral di media sosial.

Namun, diakui kepala rumah sakit ia tidak merasa risi.

Kendati demikian, perawat tersebut tetap diberikan hukuman karena tidak mematuhi persyaratan pakaian medis.

Dilansir melalui Mirror, perawat itu mengatakan kepada manajernya di Rumah Sakit Klinik Regional Tula bahwa dia tak menyadari APD yang dikenakan transparan.

Baca Juga : 109 Tenaga Kesehatan di RSUD Ogan Ilir Dipecat karena Tak Mau Tangani Pasien Covid-19

Akibatnya, kementerian kesehatan regional melaporkan bahwa sanksi disiplin akan diterapkan kepada perawat tersebut.

Hingga kini perawat tersebut masih belum berbicara terbuka tentang kejadian itu.

Di sisi lain, para pasien pria mengaku tak keberatan dengan perawat yang memakai celana dalam itu.

Para pembaca surat kabar Tula News justru mendapatkan berbagai komentar.

"Setidaknya seseorang memiliki selera humor dalam kenyataan yang suram dan buram ini," kata pembaca bernama Sergey Ratnikov.

"Bagus sekali, ia membangkitkan suasana hati para pasien," kata Marina Astakhova.