Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. (Foto: iStock)
Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. (Foto: iStock)

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19, Indonesia juga dihadapkan dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Tak tanggung-tanggung, dalam 5 bulan terakhir sudah tercatat 50 ribu kasus.

Peningkatan kasus tersebut terbilang cukup pesat di saat masyarakat luas disibukkan dengan pencegahan Covid-19.

Di Kota Malang, hingga April 2020 untuk penderita penyakit DBD tercatat sebanyak 82 kasus. Angka ini terbilang turun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk bulan yang sama mencapai lebih dari 200 kasus.

"Di Kota Malang sampai bulan April untuk DBD ada 82 kasus, tanpa ada kematian, pasien sembuh semua. Jumlah ini jauh turun, kalau di tahun sebelumnya di bulan April kita sudah ada 200 an kasus," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr. Husnul Muarif. 

Meski jumlahnya jauh turun, dan saat ini masyarakat sedang waspada terhadap Covid-19, ia tetap mengimbau masyarakat Kota Malang untuk tetap mewaspadai penyakit yang lain. Salah satunya, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

"Jadi bukan berarti sekarang fokus pada Covid-19, tapi jangan dilupakan yang lain (penyakit lainnya). Karena musimnya mulai naik, yaitu musim demam berdarah," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi di sekitar rumah dan lingkungannya. Sebab, penyebaran atau pertumbuhan dari nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD memang berawal dari kebersihan lingkungan.

"Sehingga masyarakat juga harus memperhatikan kondisi rumah dan lingkungannya. Usahakan supaya tempat perindukan nyamuk itu sebaiknya tidak ada. Supaya nanti terhindar dari nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah," tandasnya.