Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad saat meninjau pos Check Point Bakpau Telo Lawang di hari pertama PSBB Malang Raya, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad saat meninjau pos Check Point Bakpau Telo Lawang di hari pertama PSBB Malang Raya, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kodim 0818 dan Divisi-2 Kostrad mendapatkan amanah untuk menghandle bantuan dapur umum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang bertempat di wilayah Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Singosari.

Dapur umum ini setidaknya akan menyiapkan sebanyak 2.000 nasi kotak untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang.

Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad menuturkan bahwa dapur umum tersebut berasal dari bantuan Pemprov Jatim yang akan dieksekusi jajaran TNI bersama aparat gabungan, serta telah terdistribusi sejak hari Minggu (17/5/2020).

"Untuk itu (distribusi bantuan), kami membawahi tiga kecamatan, Kepanjen, Pakisaji dan Wagir yang sudah bisa didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak," tuturnya saat dikonfirmasi pewarta pada peninjauan pos Check Point Bakpao Telo Lawang beberapa waktu lalu.

Untuk jumlahnya sendiri yang akan didistribusikan, Ferry menyebutkan sebanyak 2.000 nasi kotak. Nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di tiga wilayah kecamatan sesuai sektor yang telah ditentukan oleh Pemprov Jatim.

"Jadi nanti itu, kami sudah koordinasi dengan muspikanya kita sudah siap, mereka yang dari masing-masing kecamatan yang mengambil. Untuk selanjutnya mereka yang mendistribusikan kepada masyarakatnya," ucapnya. 

Lebih lanjut Ferry mengungkapkan alasan Kodim 0818 hanya membawahi tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Malang terkait distribusi nasi kotak untuk masyarakat terdampak, karena telah ditentukan sektornya oleh Pemprov Jatim.

"Karena ini kan sudah terbagi sektornya. Bukan hanya tiga kecamatan. Artinya kita tiga kecamatan, dari divisi 3 kecamatan. Terus kemudian dari kabupaten ada 8 dapur umum. Jadi masing-masing dapur memback up 3 kecamatan kalau tidak salah," ungkap Ferry.

Sehingga harapannya seluruh desa yang terdampak di Kabupaten Malang, masyarakatnya mendapatkan bantuan dari Pemprov Jatim maupun dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui dapur umum yang telah beroperasi tersebut.

Ferry menjelaskan bahwa untuk rencana awal, pembagian nasi kotak ini akan didistribusikan kepada masyarakat untuk persiapan buka puasa. Tetapi nantinya jika bantuan tersedia lebih akan dikembangkan untuk dua kali makan, yakni persiapan sahur dan buka puasa.

"Untuk saat ini kita memasak untuk buka. Insya Allah bisa kita kembangkan menjadi dua kali makan, sahur dan buka. Kita melihat beberapa titik yang sudah diterima kami, yang bisa kita masak. Intinya dari kami, siap semua," pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa Pemprov Jatim memberikan bantuan berupa dapur umum berjumlah lima dapur umum di Malang Raya. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri rapat terbatas pembahasan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya di Bakorwil Malang, Sabtu (16/5/2020).

Lima dapur umum tersebut tersebar di Kota Batu 1 (satu) dapur umum ditempatkan di posko BPBD Kota Batu, selanjutnya di Kota Malang 1 (satu) dapur umum di Rindam V/Brawijaya, serta di Kabupaten Malang 2 (dua) dapur umum yang ditempatkan di Makodim 0818 (Kepanjen) dan Markas Divisi-2 Kostrad (Singosari). 

Pembentukan 5 (lima) dapur umum ini yang digunakan untuk membantu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya dengan menggelontorkan anggaran dari provinsi sebesar Rp 364.800.000.