Ilustrasi surat jalan palsu (siberklik)
Ilustrasi surat jalan palsu (siberklik)

MALANGTIMES - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya, berlansung selama 14 hari. Dimulai tanggal 17 Mei 2020 hingga 30 Mei 2020. Selama tanggal tersebut, masyarakat luar Malang Raya, tak diperkenankan memasuki Kota Malang.

Namun untuk mereka yang bekerja di wilayah Malang Raya, seperti Malang Kota, diwajibkan untuk mengantongi surat jalan atau surat keterangan kerja dari perusahaannya bekerja agar bisa masuk ke Kota Malang.

Baca Juga : 3 Hari PSBB: 18.816 Kendaraan Masuk Malang Kota, 1.091 Kendaraan Putar Balik

Adanya persyaratan tersebut, memang rawan adanya pemalsuan guna bisa menghindari pemeriksaan PSBB. Namun untuk upaya mencegah masyarakat yang memakai surat tugas atau surat jalan palsu, petugas benar-benar melakukan pemeriksaan secara teliti.

"Pemeriksaan detail dilakukan anggota. Digali benar informasi perihal pekerjaan maupun alamat kantor maupun identitas mereka," terang Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto.

Bukan hanya surat keterangan bekerja ataupun surat jalan saja. Di situ petugas juga meminta identitas lain seperti KTP maupun id card dari para pekerja yang sudah semestinya diberikan pihak perusahaan.

"Jadi id card itu juga kita lihat, kita pastikan benar-benar sama, dengan identitasnya," jelasnya.

Lanjut Priyanto menjelaskan, bagi para masyarakat dari luar kota yang memang bekerja di wilayah Kota Malang diwajibkan membawa identitas maupun surat keterangan kerja dari perusahaannya.

"Jika tidak membawa itu, tentu kepentingannya masuk ke Kota Malang tidak diketahui jelas, makanya akan kami imbau putar balik, atau berkomunikasi dengan perusahaan menunggu surat keterangan jadi pada hari itu juga," jelasnya.

Baca Juga : Masuk Hari ke-3 PSBB di Kota Batu, Tidak Ada Tambahan Kasus Konfirm Covid-19

Kasus pekerja yang akan masuk ke Kota Malang namun tak membawa surat keterangan kerja atau surat jalan telah banyak ditemukan saat pemeriksaan pada pos-pos check point. Mau tak mau petugas menghadangnya masuk ke Kota Malang.

"Banyak masyarakat luar kota yang terjaring pemeriksaan tidak membawa surat tugas. Ya akhirnya mereka kami imbau untuk membawa surat tugas. Bahkan ada juga yang sempat ketinggalan, kami suruh kembali juga untuk mengambilnya," bebernya.

Sementara itu, selain melakukan pemeriksaan, petugas juga melakukan penempelan stiker khusus PSBB pada kendaraan luar kota. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk menandai para pekerja dari luar kota yang sudah masuk ke Kota Malang.

"Namun meskipun ada stiker, besoknya juga akan diperiksa lagi, jadi bukan tidak diperiksa, tetap diperiksa kembali seperti biasanya. Ini kan juga mempermudah kami mengidentifikasi kendaraan, dan memang itu-itu saja," pungkasnya.