Gubernur Jatim Khofifah bersama Forkopimda ketika di Kedung Baruk
Gubernur Jatim Khofifah bersama Forkopimda ketika di Kedung Baruk

MALANGTIMES - Menjelang akhir Mei kasus Covid-19 di Kota Surabaya masih terus menunjukkan angka yang signifikan. Puluhan orang dinyatakan positif terpapar setiap harinya.

Sehingga di peta, Surabaya tak sekadar merah biasa saja dan ditandai dengan merah pekat. Tanda sudah banyaknya warga yang terkena.

Terakhir jumlah penambahan di Surabaya mencapai 1.169 dengan adanya 63 kasus baru pada Selasa (19/5). Sebanyak 142 dinyatakan sembuh sementara 138 lainnya meninggal dunia.

Namun, tak ingin jadi ambyar, Gubernur Jatim Khofifah mulai memutuskan membangun Kampung Tangguh Cegah Covid-19 di Surabaya. 

Selasa (19/5) malam dia mengunjungi percontohan Kampung Tangguh Covid-19 yang ada di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut. Kedatangannya dengan didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah beserta Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran.

Usai melakukan sidak ke Kampung Tangguh Khofifah menyampaikan ada tiga perwira menengah setingkat kolonel yang disiapkan oleh Kodam V/Brawijaya untuk mengasistensi Kampung Tangguh Covid-19 di Surabaya. "Lalu di polda ya gitu ada kampung tangguh langsung komandannya pak wakapolda dan karo ops," terangnya.

Menurut Khofifah lokasi yang dipilih sebagai Kampung Tangguh ini adalah daerah yang memang rawan dan memiliki risiko tinggi. "Bukan saja OTG tapi mereka yang reaktif. Satu gang saja 115 yang sudah rapid testnya reaktif dan sudah ada 21 yang diisolasi," jelas Khofifah.

Dari sini dia mengambil kesimpulan harus ada yang masuk dalam spesial treatment. "Kalau bisa ada spesial treatment Insya Allah besok rumah sakit darurat sudah bisa beroperasi," tuturnya.

Khofifah juga menegaskan jika dari hasil swab dinyatakan positif maka harus langsung dievakuasi. "Hari ini isolasi mandiri kita nomor duakan. Nomor satu harus dirawat di rumah sakit. Karena kalau sudah positif tentu harapan ada treatment lebih khusus dan terukur," bebernya.

Di Kedung Baruk sendiri imbuh Khofifah banyak warga yang terpapar karena dari cluster pabrik rokok Sampoerna. Banyak warga yang tinggal di sana kerja di Sampoerna.

Sementara itu Kapolda Jatim Fadil Imran menambahkan di Surabaya pihak Polrestabes menyiapkan 107 Kampung Tangguh Covid-19. 

"Saya dengan panglima kita berlakukan untuk seluruh Jawa Timur. Jadi di mana ada yang positif dan PDP nanti para kapolres bersama dandim bergandengan tangan mereka mendorong kepala desa, kepala dusun bentuk gugus tugas di tingkat desa," kata Fadil.

Menurut dia ini nanti akan ada yang menangani persoalan penularan dan ada yang menangani serta mengeliminasi dampak sosial akibat Covid-19. "Masyarakatnya mandiri untuk hadapi persoalan yang spesifik terhadap lingkungan," imbuhnya.