Sunarto saat melakukan ritual sambil menari reog di Dusun Sumberejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: istimewa)
Sunarto saat melakukan ritual sambil menari reog di Dusun Sumberejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Beragam cara dilakukan oleh warga agar pandemi Covid-19 ini bisa berakhir, salah satunya melalui ritual atau olah spiritual. 

Seperti yang dilakukan melalui sebuah tarian yang digelar oleh warga Kota Batu pada Selasa (19/5/2020) malam.

Baca Juga : Ngaku WNI Kelahiran Kalimantan, Warga Bangladesh Ditangkap Imigrasi Blitar

Sunarto, warga Dusun Sumberejo Desa Sumberejo Kecamatan Batu yang melakukan aksi ritual tari reog dengan disiarkan langsung melalui media sosial. 

Tujuannya, agar masyarakat bisa menonton di rumah masing-masing.

Ritual tarian itu berlangsung selama 30 menit. 

“Melalui gerakan tari ini, adalah ritual untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi segera berakhir,” ucap Sunarto.

Di kelilingi dengan pencahayaan lampu yang ditancapkan pada bambu itu, ia menarikannya dengan sebuah reog. Dengan beragam ritual agar pandemi ini lekas berakhir. 

“Menari dengan reog ini dengan tujuan membasmi angkara murka yang sedang melanda bumi, mbabat covid 19 istilah jawa menghabisi covid-19 angkoro murko,” imbuhnya. 

Baca Juga : Soal Tuntutan LBH Atas Salah Prosedur Penangkapan 3 Pemuda, Polisi Masih Enggan Bicara

Angkara murka itu dilambangkan dengan api, dalam tarian itu disimbolkan oleh 19 ublik atau lampu minyak. 

Api itu lantas dipadamkan dengan solah atau kibasan dadak merak (hiasan kepala reog) sebagai wujud harapan dan doa supaya Covid-19 segera berakhir.

Awal mula ritual itu berlangsung lantaran kegusaran akan keluh kesah pelaku seni maupun pekerja seni yang harus rela membatalkan jobnya di tengah pandemi ini.

“Sehingga saya berpikir berkarya yang menimbulkan animo masyarakat terus saya berfikir melalui kegiatan seperti ini sebagai upaya ikhtiar memberikan energi positif kepada seniman maupun masyarakat,” tutupnya.