Ilustrasi silaturahmi di hari lebaran. (Foto: halodoc).
Ilustrasi silaturahmi di hari lebaran. (Foto: halodoc).

MALANGTIMES - Lebaran telah tiba, namun kali ini perayaannya harus dijalankan dengan cara yang berbeda. Sebab, masyarakat muslim di dunia harus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini menjadikan tradisi silaturahmi ke tempat tetangga harus dibatasi. Apalagi, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan bagi masyarakat tanah air untuk beraktivitas di rumah saja.

Tapi, tidak ada yang pernah tahu kondisi di lapangan. Bisa jadi masih ada masyarakat yang tetap saling bersilaturahmi terutama ke sanak saudara.

Karena momen tersebut seakan sudah menjadi ciri khas dalam perayaan hari besar umat muslim ini.

Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dalam hal ini mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 apabila memang terpaksa harus keluar rumah atau melakukan silaturahmi ke sanak saudara. 

"Ikuti petunjuk dari pemerintah. Kalau di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kita sudah ada Perwal No. 17 tahun 2020, di situ juga sudah diberikan pedomannya bagaimana dalam melaksanakan kegiatan masyarakat. Prinsipnya tetap melakukan semuanya di rumah," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Sri Winarni.

Berkaitan dengan protokol kesehatan, ia mengingatkan masyarakat untuk patuh. Yaitu, mulai dengan membiasakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), rajin cuci tangan, jaga jarak atau physical distancing, dan selalu memakai masker saat keluar rumah.

"Apabila memang ada keperluan keluar tentu protokol kesehatan harus dilakukan. Termasuk bila ke tempat-tempat ibadah juga seperti itu. Physical distancing dan pakai masker," tandasnya.