Formula kopi dan telur untuk cegah Covid-19 dari Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Sutiman Bambang Sumitro MS DSc (kiri). (Foto: Ima/MalangTIMES)
Formula kopi dan telur untuk cegah Covid-19 dari Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Sutiman Bambang Sumitro MS DSc (kiri). (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah berbulan-bulan lamanya masyarakat terpaksa tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sekolah, bekerja, belanja, dan aktivitas lain selama tiga bulan terakhir semuanya dilakukan dari rumah.

Sama halnya dengan hampir semua negara, Indonesia juga mengimbau warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tak ada kepentingan yang mendesak. Kecuali, bagi mereka yang kegiatannya tidak bisa dilakukan dari rumah.

Baca Juga : Jangan Hanya Mikir Akhirat, Pakar UIN Malang: Al-Qur'an Juga Suruh Kita Bahagia di Dunia

 

Sontak, hal ini berdampak pada jalannya roda perekonomian. Perekonomian kita semakin terpuruk. Masyarakat seakan tak mampu lagi bertahan dengan kondisi seperti ini.

Akhirnya, pemerintah baru-baru ini mengumumkan skenario baru "The New Normal". Pemerintah mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas di luar rumah. Sekolah juga diproyeksikan dibuka kembali pada Juli mendatang.

Di sisi lain, virus masih tersebar luas, penularan berlangsung dengan mudah dan cepat, vaksin belum juga ditemukan, tenaga kesehatan masih terus berperang.

Hal ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Malang menyiapkan formula sains untuk hidup normal di tengah wabah. Bekerja sama dengan para akademisi dan peneliti, PC NU akan membuat buku panduan hidup di tengah wabah Covid-19 dan formula khusus untuk mencegah virus corona. Formula ini merupakan hasil penelitian Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Sutiman Bambang Sumitro MS DSc.

"Ini memang sudah kita inisiasi lama dan secara personal kita sudah kenal sama Beliau (Prof Sutiman). Ketika ada informasi bahwa beliau ada formula untuk ini (Covid-19), kita segera merapatkan barisan," ujar Ketua PC NU Kota Malang Dr Isroqunnajah MAg.

Belum lama ini bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, Satgas Covid-19 NU Malang Raya, Ketua PC NU Kota Malang Dr Isroqunnajah MAg, serta Akademisi Kota Malang dari Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS (Mustasyar NU Kota Malang) dan Prof Sutiman Bambang Sumitro MS DSc dengan media online MalangTIMES mengadakan pertemuan khusus untuk berdiskusi dalam rangka untuk mencari jalan keluar dalam penanganan Covid-19.

Gus Is, sapaan akrab Isroqunnajah menyampaikan, formula ini akan segera diproduksi secara massal untuk kepentingan umat.

"Seperti yang tadi kita sampaikan, kita akan segera minta Beliau (Prof Sutiman) agar produksi secara massal untuk kepentingan umat," ucapnya.

Baca Juga : Tips Hadapi Masa Sulit, Dosen UIN Malang: Baca Ar-Rum dan Temukan Optimisme di Al-Qur'an

 

Pertemuan tersebut dikatakan Gus Is sangat penting untuk penanganan Covid-19 di Malang Raya. Sama halnya dengan dirinya, Prof Sutiman pun termasuk orang yang meminati integrasi, khususnya antara sains dan Islam. Dan ini merupakan kunci untuk mengatasi banyak persoalan, termasuk Covid-19.

Gus Is menjelaskan, penggabungan antara sains dengan agama bukanlah sesuatu yang baru. Secara historis, banyak para ahli sains bukanlah orang yang awam tentang persoalan agama.

"Malah banyak mereka itu inisiasi dari ajaran agama menjadi seorang saintifik (saintis)," imbuhnya.

Salah satu contohnya adalah generasi 'Bapak Pengobatan Pertama Ibnu Sina atau Avicenna', yang merupakan seorang legenda dan ilmuwan berpengaruh abad pertengahan masa kejayaan Islam.