Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Luka menganga bekas sabetan pedang yang tajam hingga tombak yang runcing tampaknya bukan hal yang dikeluhkan para sahabat Rasulullah SAW. Meski merasakan sakit yang teramat sangat, para sahabat tetap berjuang di jalan Allah bersama Rasulullah SAW untuk memerangi kaum kafir di zaman jahiliyah.

Kisah demi kisah yang menggugah hati itu pun masih terdengar begitu santer hingga hari ini. Salah satu yang begitu terkenal adalah kisah menganganya luka yang dimiliki Zubair bin Awwam. Di punggungnya saja, terdapat tiga luka sabetan pedang yang sampai membentuk sebuah lubang.

Baca Juga : Gemar Melucu, Sahabat Rasulullah Ini Disebut Masuk Surga dengan Tertawa

Urwa bin Zubair, yang merupakan putra Zubair bin Awwam, pun menceritakan lubang pada punggung ayahnya tersebut dapat dimasuki oleh jari miliknya.

"D itubuh ayahku ada 13 luka sabetan pedang. Salah satunya di punggung. Dan ada yang membentuk lubang. Lubang itu bisa untuk aku memasukkan jari. Dua sabetan pedang di pundak didapat di Perang Badar dan satu luka lagi didapat saat Perang Yarmuk," kata Urwa bin Zubair sebagaimana disampaikan Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah dakwah.

Bukan hanya sang anak. Ali bin Zaid yang merupakan seorang ulama mengatakan jika ia pernah melihat bagian dada Zubair memiliki luka seperti tanda besar layaknya mata unta. Ternyata, luka itu merupakan tanda tusukan tombak atau anak panah saat peperangan terjadi.

Tak hanya satu luka, namun di dada Zubair ditemukan banyak sekali luka yang sama akibat tusukan tombak dan anak panah. Hal itu diketahui ketika Zubair membuka baju yang dia kenakan.

"Dan beliau sama sekali tak pernah mengeluh kepada orang lain. Dia sangat penuh kesabaran," kata Ustaz Basalamah.

Dalam berbagai riwayat memang disebutkan, Zubair memiliki ciri khas saat berperang. Dia selalu menjadi yang terdepan dan tampil begitu gagah berani. Fisiknya sangat kekar dan besar. Saat duduk menunggangi kuda, kakinya yang panjang pun masih menyentuh tanah.

Dia selalu membawa pedang dalam peperangannya. Selain itu, tombak kecil juga selalu ia sematkan di pungungnya untuk menombak sasaran dan musuh tertentu. Sedangkan pedangnya selalu berhasil menebas tubuh musuh.

Baca Juga : Wafat Lantaran Wabah Penyakit Menular, Sahabat Rasulullah Ini Telah Dijamin Masuk Surga

Begitu takbir dikumandangkan tanda menyerang, Zubair selalu berada di barisan paling depan. Zubair menyerang musuh mulai dari bagian paling depan hingga belakang. Dia selalu berhasil membuat pasukan musuh kocar kacir.

Setelah berhasil memporak-porandakan musuh hingga bagian belakang, Zubair akan kembali ke bagian depan musuh dengan dimulai dari jalan yang belakang. Pedangnya dihunuskan kepada setiap lawan yang hendak menyabetkan senjata kepada dirinya.

Zubair pun dimenal sebagai salah satu sahabat yang kenyang akan pengalaman peperangan. Dia selalu menjadi garda terdepan untuk melindungi umat muslim bersama para sahabat termasyhur lainnya.