Menikah (Foto:  inews.co.uk)
Menikah (Foto: inews.co.uk)

MALANGTIMES - Pernikahan dini diprediksi akan meningkat setelah pandemi Covid-19 berakhir.  

Hal itu disebabkan karena tekanan ekonomi yang bekepanjangan.  

Prediksi tersebut dikatakan akan berlangsung dalam dua tahun ke depan.  

Pasalnya, pandemi Covid-19 ini menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan.  

Faktor anak-anak putus sekolah, membuat orangtua terlebih dari keluarga miskin memutuskan untuk menikahkan dini anak mereka.  

Hal itu dikatakan oleh pakar pernikahan anak dari lembaga amal World Vision, Erica Hall.  

“Ketika terjadi krisis, seperti perang, bencana alam, atau pun pandemi, angka pernikahan dini pada anak-anak meningkat,” ujar Erica Hall dikutip melalui Reuters. 

Dalam laporan Wordl Vision disebutkan setidaknya akan ada empat juta pernikahan anak dalam dua tahun ke depan.  

Untuk mengakhiri hal itu akan dibutuhkan usaha sampai satu dekade.  

“Jika kita tidak mulai memikirkan cara mencegahnya sekarang, akan terlambat. Kita tidak bisa menunggu sampai krisis kesehatan ini berlalu,” kata Hall. 

Ia lantas menjelaskan risiko itu bisa diperburuk dengan ditutupnya sekolah sampai waktu yang belum ditentukan.  

Penutupan sekolah itu membuat sulitnya penyebaran edukasi tentang pernikahan anak.  

Lebih lanjut, Hall mengatakan jika pernikahan ini merupakan salah satu usaha untuk bertahan hidup.  

“Perkawinan pada anak ini merupakan strategi bertahan hidup. Bukan berarti orangtuanya kejam, tapi kerena mereka tidak punya pilihan lain selain bertahan hidup,” paparnya.  

Pandemi ini juga membuat para perempuan susah mengakses layanan kesehatan reproduksi sehingga risiko kehamilan remaja meningkat.  

Diungkap jika di seluruh dunia setiap tahun diperkirakan terdapat 12 juta anak perempuan berusia di bawah 18 tahun dinikahkan.