Ilustrasi mesin rusak (crazystocker/shutterstock)
Ilustrasi mesin rusak (crazystocker/shutterstock)

MALANGTIMES - Para pemilik kendaraan, khususnya mobil, saat musim hujan pastinya pernah menemui kubangan atau genangan air. Banyak dari mereka terkadang mempunyai kebiasaan langsung menerjang genangan air tersebut tanpa melihat kedalamannya dan mempertimbangkan resikonya.

Padahal kebiasaan tersebut sangat bahaya dan bisa menyebabkan kerusakan fatal bagi kendaraan. Sebab, kendaraan bisa saja mengalami water hammer.

Baca Juga : PSBB Malang Raya, Belasan Kendaraan Diminta Putar Balik, Banyak Angkutan Over Kapasitas

Water hammer sendiri merupakan keadaan saat ruang bakar mesin kemasukan air sehingga tak bisa dikompresi yang membuat proses pembakaran terganggu.

Dampaknya, part-part mesin akan menjadi korban kerusakan akibat water hammer. Part-part yang rentan rusak tersebut seperti, piston, blok silinder, stang piston klep hingga kruk as dan bahkan bisa juga diharuskan ganti mesin karena kerusakan yang terlalu parah.

"Selian itu, bisa saja kelistrikannya terganggu. Ada socket-socket yang kemasukan air saat nekat melintas di genangan," terang Setia P, Trainer Sentul Driving Course (SDC)

Lanjutnya, bilamana usai melintasi genangan air mobil tiba-tiba mati, jangan memaksakan untuk menyalakan mobil. Sebab jika terus dipaksakan, konsleting ringan pada kelistrikan ataupun water hammer bisa terjadi. Sebisa mungkin pastikan kelistrikan yang tersambung untuk dilepas.