Pedagang di pasar rakyat Kota Malang saat menjalani rapid test, Senin (18/5). (Foto: Humas Pemkot Malang).
Pedagang di pasar rakyat Kota Malang saat menjalani rapid test, Senin (18/5). (Foto: Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Sejumlah pedagang di pasar rakyat Kota Malang menjalani rapid test. Langkah ini diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya.

Aktivitas Pasar Rakyat sendiri memang tidak masuk dalam pembatasan jam operasional, lantaran menjadi sarana jual beli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Proses pelaksanaan rapid test terhadap pedagang di Pasar Bunul dan Pasar Besar Kota Malang dilakukan hari ini (Senin, 18/5/2020).

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan jumlah sampling yang direncanakan untuk menjalani rapid test yakni Pasar Bunul sejumlah 24 pedagang dan Pasar Besar sebanyak 50 pedagang.

Namun, ada yang menarik dari para pedagang di Pasar Besar Kota Malang. Sebab, dari jumlah yang direncanakan, ada yang menolak untuk menjalani rapid test dengan alasan khawatir akan membatalkan puasa.

"Pasar Bunul sejumlah 24, Pasar Besar tadi direncanakan 50, nah itu karena ada yang berkeyakinan kalau kayak disuntik, itu membatalkan puasa, jadi sebagian tidak jadi. Jadi dari 50 itu, yang bersedia cuma 15 pedagang," ungkapnya.

Mengingat waktu yang sudah cukup siang, maka rencana 50 sampling terhadap sejumlah pedagang di Pasar Besar tidak realisasi. Nantinya, akan ada kemungkinan untuk dialihkan terhadap pedagang di pasar rakyat lainnya.

"Karena waktunya sudah siang, sehingga nanti nunggu pak wali (Wali Kota Malang Sutiaji) dan pak wawali (Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko), nanti kira-kira aman disampling untuk rapid test di mana lagi," imbuhnya.

Meski begitu, dari hasil rapid test terhadap sejumlah pedagang di kedua pasar tersebut, diketahui semuanya menunjukkan non reaktif. Artinya tidak ada virus yang terdeteksi di dalam tubuh seseorang.

"Alhamdulillah semuanya menunjukkan hasil non reaktif," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan jika pasar rakyat menjadi salah satu yang tidak ditutup karena untuk tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Namun, pelaksanaan aktivitasnya memang harus sesuai protokol kesehatan. Mulai dari, jaga jarak hingga memakai masker.

Pelaksanaan rapid test juga sebagai langkah awal untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 di area keramaian. Tetapi, dimaksimalkan bagi pedagang yang mengambil kulakan bahan makanan dari luar Malang Raya.

"Diutamakan tadi yang rapid test itu bagi pedagang yang mengambil kulakan dari luar Malang Raya. Saya sudah sedikit was-was, karena kalau ada satu saja yang reaktif dan kalau dilakukan swab itu hasilnya positif maka aktivitas di pasar tersebut harus ditutup," terangnya.