Pemandangan hari pertama PSBB dari atas area Alun-Alun Kota Batu yang nampak sepi. (Foto: istimewa)
Pemandangan hari pertama PSBB dari atas area Alun-Alun Kota Batu yang nampak sepi. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyimpulkan ada pengurangan jumlah kendaraan di wilayahnya. 

Hal itu disampaikan Dewanti saat dia dan jajaran terkait melakukan peninjauan 5 pos check point. 

Baca Juga : Bupati Instruksikan Penerapan Sistem Buka Tutup Kios Ganjil Genap di Pasar Tradisional

“Saya melakukan peninjauan di beberapa lokasi check point. Saat berada di jalan, jumlah kendaraan cukup berkurang dengan drastis dibanding hari sebelumnya,” ucap Dewanti.

Saat berlangsungnya PSBB itu, lalu lintas terutama jalan protokol nampak sepi dari kendaraan. 

Bahkan, jumlahnya berkurang drastis jika dibandingkan pada pekan sebelumnya. 

“Meskipun demikian saya masih melihat ada plat dari luar Malang Raya. Semoga itu memang ada hal yang urgent dan gak bisa ditinggalkan, atau sebaliknya, platnya saja luar kota tapi warga Kota Batu,” imbuhnya.

Selain itu juga sejumlah kendaraan terpaksa harus berputar balik saat berada di pos check point, rata-rata mereka merupakan warga luar Malang Raya. 

Kemudian bagi warga Kota Batu yang beraktivitas di luar Kota Batu diminta untuk membawa surat sesuai dengan aktivitas kerja. 

Dengan demikian, adanya PSBB dan jalanan sepi, ternyata mampu membuat warga di rumah saja. 

Baca Juga : Covid-19 jadi Bahan Evaluasi Diskopindag Kota Malang untuk Pelaku Usaha

Dewanti pun meminta kepada warga agar mematuhi peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah.

“Mari kita sama-sama mematuhi apa yang dibuat oleh pemerintah, ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19),” ujarnya.

Sementara itu lokasi check point Kota Batu ada 5 titik, yakni di Jalan Soekarno Dadaprejo (perbatasan dengan Sengkaling), Jalan Hatta simpang 4 arhanud, Jalan Trunojoyo (perbatasan dengan Pujon), Jalan Raya Junggo (air panas cangar perbatasan dengan Mojokerto), dan Jalan Raya Giripurno (perbatasan dengan Karangploso).