Ilustrasi kejahatan siber (computerworld)
Ilustrasi kejahatan siber (computerworld)

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19 yang mewabah diberbagai belahan negara, serta belum bisa dipastikan kapan berakhir. Membuat pemerintah terus mengingatkan masyarakat terkait protokol kesehatan.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan landai dan turunnya virus, pemerintah juga menjalankan kebijakan Work From Home (WFH) untuk pemerintah dan swasta.

Baca Juga : Gadis Cantik Dibunuh Pacar, Mayatnya Dibuang ke Sungai Metro

Konsekuensinya, saat ini traffic penggunaan internet meningkat drastis diberbagai belahan dunia. Tingginya traffic penggunaan internet dengan adanya WFH ternyata juga jadi intaian para penjahat Siber.

Dilansir dari medcomdotid dan beberapa sumber lain, maraknya oknum yang memanfaatkan moment tersebut untuk mencari keuntungan, ditandai dengan adanya 100 ribu domain yang didaftarkan berkaitan dengan Covid 19. Dalam domain-domain baru  itu terdapat unsur-unsur kata yang tak jauh dari kata Covid, Corona dan virus.

Pemanfaatan kata-kata yang berkaitan dengan moment tersebut, lantaran saat ini memang banyak dicari oleh pengguna internet. Kendati beberapa domain memang merupakan domain resmi, namun beberapa domain juga rentan dalam digunakan sebagai sarana penyebaran Malware seperti Ransomware.

Ransomware sendiri merupakan salah satu jenis Malware yang merupakan Malware perampok data dan menghalangi si empunya data untuk mengakses data tersebut hingga permintaan tebusan uang yang diminta pengendali Ransomeware dibayar korbannya.

Berkaitan itu, Peneliti Unit 42, bagian dari Palo Alto Networks menemukan adanya peningkatan trafik pencarian lewat mesin pencari dan url terkait Covid-19, bahkan sejak Januari 2020.

Melalui google trends dan log traffic tim unit 42 memantau puncak pencarian berkaitan Covid-19 sempat terjadi pada akhir Januari, Februari dan pertengahan Maret. Dengan banyaknya pengaksesan dan pencarian tentang kata kunci Covid-19 diduga rentan dimanfaatkan dalam upaya penyebaran Malware ataupun pencurian data

Dan untuk menghindari menjadi korban Malware Ransomware ataupun kejahatan siber lainnya selama WFH menggunakan internet, tips dari Palo Alto Networks ini bisa dicoba.

1. Waspada saat pencarian online. Hati-hati ketika melakukan pencarian online. Sebab, bisa saja kata kunci yang dimasukkan akan memunculkan atau menurut menyaring situs-situs yang telah dimasuki oleh Malware yang bisa merugikan.

Karenanya, jangan sembarangan untuk memasuki sebuah situs. Pastikan juga terdapat anti-virus atau pemfilteran yang hanya bisa mengakses situs-situs yang sudah jelas kredibel dan terpercaya.

2. Konferensi Video.

Ketika melakukan pertemuan atau pun menggelar rapat secara online, pastikan terdapat password atau link khusus yang hanya orang-orang tertentu atau peserta rapat yang mengetahuinya. Hal ini guna menghindari oknum-oknum yang tidak dikenal ikut bergabung dalam pertemuan secara online.

3. Jangan sembarangan download game

Hati-hati ketika mengunduh sebuah aplikasi game. Sebab bisa Jadi jika anda tergiur dengan cover yang menarik, hal itu bisa saja merupakan strategi dari pembuat Malware untuk masuk kepada perangkat yang dimiliki seseorang guna tujuan tertentu, bahkan bisa saja perbuatan yang merugikan.

4. VPN

Pastikan jika firmware pada perangkat router yang terhubung dengan layanan yang menyediakan internet, agar selalu menginstal firmware yang terbaru guna memperkuat keamanan pada berangkat maupun jaringan.

5. Internet of Things

Baca Juga : Berawal dari Curhat, Oknum Guru di Blitar Cabuli Murid hingga Hamil 2 Bulan

nah konektivitas atau sambungan internet ke berbagai perangkat yang ada di rumah seperti misalnya televisi komputer maupun perangkat lainnya membuka peluang bagi pelaku kejahatan cyber untuk melakukan serangan ataupun hal-hal yang merugikan.

Karena itu, harus selalu rutin memperhatikan faktor keamanan dengan mengubah kata sandi berbagai perangkat secara berkala.

6. Penipuan Online.

Selama wabah Covid-19, memang banyak adanya kejahatan cyber tentang penipuan online. Beberapa peristiwa yang sering terjadi adalah perihal pembelian alat pelindung diri seperti masker maupun handsanitizer melalui online, namun justru berakhir penipuan.

Untuk itu, selalu waspada dan sebisa mungkin membeli barang secara langsung dengan penjual untuk mencari kasus-kasus seperti ini.

7. Phishing

Untuk jenis ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Sebab phishing merupakan metode serangan yang merugikan yang tengah populer di Indonesia.

Metode ini seringkali merayu korbannya dengan mengirimkan email rayuan agar korbannya bersedia untuk mengklik link dan akan menjadikan korbannya kehilangan data-data penting, bahkan hingga pasword bisa diketahui oleh pelakunya.

8. Cloud

Dalam hal ini, peranan tim IT maupun dalam sebuah perusahaan sangat penting dalam melindungi data-data perusahaan yang terabadikan dalam hardisk.  Karenanya, pastikan jika infrastruktur perusahaan telah melakukan penerapan threat intelgent, dimana mampu melihat lalu lintas dalam jaringan.