Serangga (Foto: DW)
Serangga (Foto: DW)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 belum berakhir, kini dikabarkan muncul serangan serangga beracun di beberapa negara. 

Kabar serangan serangga beracun itu muncul dari akun Facebook yang mengunggah beberapa video. Akun Facebook bernama Aput Doang itu mengunggah video keadaan beberapa warga yang tampak tergeletak di jalanan.

Baca Juga : Punya Kadar Alkohol Tinggi, Parfum Jadi 'Senjata' di Turki untuk Tangkal Covid-19

 

Warga tersebut diduga telah diserang oleh serangga beracun. Mereka lantas dibawa ke rumah sakit untuk segera ditangani. 

Video yang diunggah akun Aput Doang pada 11 Mei 2020 terjadi di India.  

"Warga India diserang Serangga beracun," tulis caption akun tersebut.  

Foto: facebook aput doang


Tampak juga serangga tersebut menyerang seekor tikus hingga mati. Terlihat juga video yang memperlihatkan kawanan serangga yang beterbangan.  

Kabarnya, serangan serangga beracun ini sudah menyerang di beberapa negara di Asia, seperti India, China, Turki, dan kini mulai menuju Iran. 

Kabar ini juga tersebar melalui grup WhatsApp. Dikatakan melalui grup WhatsApp itu jika serangan serangga ini bisa menyebabkan kematian.  Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan mengenai peristiwa itu benar atau tidak.

Banyak orang yang lantas penasaran setelah video itu beredar melalui media sosial.  

Dilansir melalui tempo.co, setelah ditelusuri video itu ternyata sudah pernah diunggah pada 14 Juli 2018 oleh channel YouTube M. Outanalt. 

Baca Juga : Susuri Gang-Gang Sempit, Brimob 1/B Jatim Bagi Sembako dan Masker

 

Video yang diberi judul "The battle of animals. Mouse against wasp" muncul jauh sebelum adanya Covid-19 di Wuhan, China.  

Di sisi lain, media Ahaber.com ternyata juga pernah mengunggah artikel mengenai peristiwa itu. Tak hanya sampai di situ, video tersebut juga sempat diunggah akun YouTube IndianExpressOnline baru-baru ini.  

Diunggah pada 6 Mei 2020, video itu diberi judul "Gas leaks from Visakhapatnam's LG Polymers plant, area vacated". 

Melalui keterangan yang ditulis, dikatakan jika peristiwa itu akibat bocornya gas di pabrik milik LG Polymers di Visakhapatnam, India.