Salah satu Festival Kampung Tani merupakan kegiatan yang masuk dalam kalender Event Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu Festival Kampung Tani merupakan kegiatan yang masuk dalam kalender Event Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Totalnya Rp 4,5 miliar anggaran pergeseran yang digelontorkan Dinas Pariwisata untuk penanganan Covid-19. Tentunya membuat beberapa program harus dihapus pada tahun 2020 ini demi memutus rantai Covid-19.

Lalu apa saja agenda yang tidak bisa digelar pada tahun ini? Ada sekitar delapan event tahunan yang terpaksa dicoret.

Baca Juga : PSBB Malang Raya, Ahli Ingatkan Anggaran Jangan Dihamburkan untuk Rapat dan Honor

 

Diantaranya Festival Agraris, Batu Culture Carnival, Rupa Warna Rupa, Gebyar Bantengan, Festival Ngaglik, Festival Brantas, Festival Sanduk Masal, Gebyar Musik dan Seni. Ya event tersebut merupakan event tahunan yang selalu digelar di Kota Batu.

Event itu dibuat untuk mengundang wisatawan datang ke Kota Batu. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu.

“Beberapa pertunjukkan memang tidak bisa digelar tahun ini, dan ini merupakan even tahunan, melihat kondisi pandemi Covid-19 ini,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono.

Menurutnya pada event Festival Agraris tahun 2020 sebenarnya Kota Batu jadi tuan rumah. Yang akan diikuti perwakilan kelompok seni dari 16 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, sayangnya harus ditiadakan.

Baca Juga : Saat Annisa Pohan Ngadu ke Jokowi Gegara Tugas Sekolah Putrinya Dipolitisasi Denny Siregar

 

Sementara itu dari anggaran Rp 4,5 miliar rinciannya dikurangi dari anggaran DAK Non Fisik yang dipotong 50 persen dari total Rp 1,1 miliar.

Kemudian hasil refocusing untuk belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp 1,7 miliar dan tambahan realokasi sebesar Rp 1,6 miliar.