Amien Rais (Foto:  GEOTIMES)
Amien Rais (Foto: GEOTIMES)

MALANGTIMES - Politisi Amien Rais kembali menjadi sorotan publik.  

Baru-baru ini, Amien Rais membuat pengakuan yang cukup mengejutkan.  

Amien Rais ternyata pernah ditawari untuk menjadi Presiden untuk menggantikan BJ Habibie.  

Namun, Amien Rais justru menyerahkan peluang emasnya itu kepada Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.  

Hal itu diungkapkan Amien Rais melalui tayangan YouTube Refly Harun pada Rabu (13/5/2020).  

Video berdurasi 47.49 menit itu diberi judul "HARUSNYA PRESIDEN ITU BERNAMA AMIEN RAIS!"

Amien Rais menceritakan jika ia memang sempat diusulkan kuat untuk menggnatikan BJ Habibie.  

Saat itu, Amien Rais mengaku sudah mendapat dukungan dari banyak tokoh untuk menjadi Presiden di tahun 1999.  

Termasuk BJ Habibie yang juga memberikan dukungan kepadanya.  

Namun, Amien Rais saat itu merasa tidak enak dengan Gus Dur. Lantaran dialah yang dijagokan oleh kelompok poros tengah.  

Di sisi lain, Amien juga mengatakan jika ia memberikan dukungan itu kepada Gus Dur.  

Terlebih, Amien Rais belum lama menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).  

"Jadi bukan berarti saya lantas merasa enggak mampu enggak, insyaallah saya juga mampu," ujar Amien Rais. 

"Cuma waktu itu kesan saya mencuri di tikungan itu sementara sepuluh hari sebelumnya saya sudah disumpah oleh Mahkamah Agung," jelasnya. 

Lebih lanjut, Amien mengungkapkan faktor lain yang meyakinkan ia tidak mengambil kesempatan itu.  

Amien mengatakan jika saat itu ia meminta pendapat dari ibunya.  

Ibunda Amien saat itu tidak menyetujui jika putranya maju sebagai Presiden.  

Amien lantas mengatakan jika ibunya lebih mendukung untuk menjadi Ketua MPR.  

Menurut Amien, sang ibu juga meminta agar posisi itu diberikan kepada yang lain saja.  

"Sehingga saya meminta Bapak Habibie dan bapak-bapak yang lain, beri saya waktu untuk telepon ibu saya," ungkap Amien Rais. 

"Jam tiga pagi saya telepon, beliau dengan tenang mengatakan 'Amien saya lihat di televisi itu kamu sudah disumpah di bawah Alquran sebagai ketua MPR untuk lima tahun," katanya menjelaskan. 

"Jadi kaplingmu itu di MPR untuk lima tahun, biarkan kapling presiden diambil yang lain," imbuhnya. 

"'Kan kamu menjagokan Gus Dur', 'Ya bu samina wa athona'," pungkasnya.