Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad saat berada di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad saat berada di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya hanya menunggu beberapa hari saja untuk pelaksanaan hari efektifnya, yakni pada Minggu (17/5/2020).

Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberikan bantuan pasokan bahan makanan, serta dibantu oleh jajaran TNI untuk penyediaan tempat dapur umum yang nantinya akan didirikan di beberapa tempat kawasan militer.

Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad menjelaskan terkait penyediaan dapur umum nantinya dipersiapkan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah pandemi Covid-19 di Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang.

"Kita mendapatkan mandat dan amanah dari provinsi untuk menggelar dapur umum provinsi. Ada tiga dapur umum yang merupakan bantuan dari provinsi," ucap Ferry saat agenda di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020).

Terkait penempatan dapur umum provinsi serta pemasakan bahan-bahan kebutuhan yang telah tersedia, akan dipusatkan di tiga titik dapur umum yang semuanya merupakan kawasan militer di lingkup Malang Raya.

"Jadi nanti itu akan dimasak di Madivif-2, terus kemudian di Rampal, terus kemudian yang ketiga di satkorem. Itu tiga titik yang dapat bantuan dari provinsi," ungkapnya. 

Nantinya untuk jumlah porsi yang disediakan, pihaknya akan melakukan pengakuratan data masyarakat yang memang benar-benar sangat membutuhkan. Untuk hasil rapat sementara, Ferry menuturkan bahwa nantinya di dapur umum provinsi akan menyiapkan ribuan 3.000 porsi makanan.

"Kalau yang dari provinsi kami tadi monitor dari hasil rapat gugus tiga, tadi dialokasikan 3.000 bungkus. Saya masih breakdown ini kemana, harus seperti apa, by data," tuturnya.

Karena ini momen Bulan Suci Ramadan, terkait bantuan makanan dari dapur umum masih akan dipastikan kembali, akankah 3.000 bungkus makanan tersebut didistribusikan saat berbuka dan sahur atau hanya satu waktu saja. Hal itu diungkapkan Ferry menunggu hasil rapat lebih lanjut. 

Ferry berharap dengan adanya bantuan dapur umum provinsi dengan disertai data yang lengkap dan jelas, distribusi makanan akan terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran.

"Sehingga harapan kami apa yang dimasak ini betul-betul bermanfaat bagi orang yang sangat membutuhkan," tandasnya.

Sementara itu terkait anggaran bantuan untuk bahan-bahan pokok makanan kebutuhan dapur umum provinsi ini berbeda dengan dapur umum yang telah berdiri atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Malang, Kodim 0818 dan Polres Malang.

Dimana dapur umum tersebut telah berdiri di beberapa wilayah di Kabupaten Malang seperti di Kecamatan Lawang, Kecamatan Singosari, Kecamatan Bululawang dan juga Kecamatan Kepanjen.

"Tapi sektor-sektor yang sudah ditentukan oleh gubernur. Artinya dapur umum Kabupaten Malang itu anggarannya dari Kabupaten Malang, kalau yang provinsi anggarannya dari provinsi. Jadi berapa pun yang digelontorkan oleh provinsi ya itu yang kita masak dan distribusikan," pungkasnya.