Lalu lalang kendaraan di salah satu kawasan jalan di Kota Malang sebelum masa pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Lalu lalang kendaraan di salah satu kawasan jalan di Kota Malang sebelum masa pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengeluarkan peraturan terkait penggunaan kendaraan pribadi selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya di masa pandemi Covid-19.

Aturan soal kendaraan pribadi di masa PSBB itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota yang telah diselesaikan bersama dalam pertemuan tiga Kepala Daerah se-Malang Raya, yakni Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan Bupati Malang Sanusi, semalam (Rabu, 13/5/2020).

Baca Juga : Tak Ada Penutupan Tempat Ibadah di Masa PSBB Malang Raya, Tapi ...

Sejumlah ketentuan harus ditaati oleh pengguna kendaraan pribadi yang masih harus lalu lalang di jalanan saat masa PSBB.

Acuan dalam aturan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah satunya, kewajiban yang harus dijalankan bagi pengguna kendaraan roda dua ataupun roda empat milik pribadi selama penerapan PSBB.

Bagi kendaraan pribadi baik sepeda motor ataupun mobil digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB. 

Pengendara juga harus melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan.

Kemudian, wajib menggunakan masker di dalam kendaraan. Pengendara juga diminta tidak berkendara jika sedang sakit atau suhu badan di atas normal.

Selanjutnya, membatasi jumlah penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan.

Hal tersebut sebelumnya juga telah dinyatakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Heru Tjahjono. 

Bahwa dalam masa PSBB Malang Raya dijalankan, maka pengguna kendaraan tetap harus menaati protokol kesehatan Covid-19.

"Sebagai contoh saja, katakanlah penumpang harus 50 persen dari kapasitas. Seandainya mobil sedan ya hanya 2 penumpang di depan dan belakang. Sepeda motor juga begitu, tidak boleh berboncengan beda alamat," jelasnya.

Baca Juga : Pangdam V Brawijaya Minta Pemda Malang Raya Konsisten Saat Terapkan PSBB

Sebab dalam pemberlakuan PSBB, kata dia berhubungan dengan pembatasan aktivitas antar perorangan dengan penerapan social distancing dan physical distancing.

"Kemudian harus menggunakan masker, hand sanitizer dan lainnya. Itu akan dilakukan pada saat mereka masuk dalam chek point-chek point yang ada di Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu atau di Malang Raya ini," tandasnya.

Sebagai informasi, wilayah Malang Raya akan mulai menerapkan efektifitas PSBB pada 17 Mei hingga 30 Mei 2020 mendatang. 

Dengan dibentuknya Perwal Kota Malang dalam PSBB ini sebagai bentuk untuk membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan atau barang dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19.

Untuk diketahui, bagi masyarakat yang melanggar ketetapan dalam PSBB maka akan mendapatkan sanksi yang telah diatur dalam Perwal. Di antaranya, denda administratif, senilai Rp 500 ribu bagi seorang yang tidak mengenakan masker di tempat umum.

Kemudian Rp 200-500 ribu bagi pengemudi moda transportasi, ataupun pengendara kendaraan pribadi yang tidak menerapkan physical distancing.