Jelang PSBB Malang Raya, Pemkot Malang Kumpulkan Tokoh Agama

May 12, 2020 14:30
Wali Kota Malang Sutiaji saat pemaparan persiapan jelang PSBB Malang Raya di hadapan tokoh agama, Selasa (12/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat pemaparan persiapan jelang PSBB Malang Raya di hadapan tokoh agama, Selasa (12/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyetujui pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya. Artinya, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu sudah bisa menerapkan PSBB sebagai upaya memutus mata rantai covid-19.

Namun, berkaitan dengan pelaksanaan PSBB, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menunggu koordinasi dari semua wilayah di Malang Raya dan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Saat ini, untuk memaksimalkan pelaksanaan PSBB, Pemkot Malang mengumpulkan tokoh agama. Hal ini berkaitan dengan perihal tata laksana beribadah saat PSBB berlangsung.

Seluruh tokoh agama di Kota Malang, mulai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI, NU, Muhammadiyah, hingga DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kota Malang diundang ke Balai Kota Malang, Selasa (12/5/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menyampaikan memang tidak ada ketentuan atau anjuran perihal pelaksanaan peribadahan di masa PSBB. Bahkan Pemprov Jatim tidak memberikan anjuran untuk penutupan tempat ibadah. Namun, semua kebijakan untuk menyukseskan PSBB diserahkan sepenuhnya kepada daerah masing-masing.

"PSBB itu adalah pembatasan. Sehingga ada pembatasan-pembatasan orang untuk mencegah penyebaran covid-19. Provinsi tidak memberikan ketegasan terkait tempat ibadah harus dilarang atau hanya menerapkan protokol kesehatan. Tetapi kebijakan nanti diserahkan kepada setiap daerah masing-masing," ungkapnya.

Dijelaskan,  Kota Malang selama ini sama dengan anjuran Pemprov Jatim. Namun, dalam pemberlakuan PSBB, persoalan pembatasan beribadah mengacu pada fatwa MUI dan ketentuan di Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020.

"Kalau mengacu pada permenkes, maka semua tempat ibadah ditutup untuk umum selama masa PSBB. Sehingga dari pertemuan ini nanti bisa untuk menyelesaikan draf final perwal (peraturan wali kota)," imbuh Wasto.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan pengaturan ibadah seseorang saat ini masih dalam taraf physical distancing. Namun, untuk PSBB, pemkot sebetulnya memilih selama 14 hari tempat peribadatan ditutup total.

"Sampai saat ini teman-teman yang muslim memang masih menerapkan physical distancing. Tapi umat Kristiani sudah menutup tempat peribadatan. Kami memilih 14 hari tidak membuka tempat peribadatan selama masa PSBB," terangnya.

Harapannya, apa yang disampaikan para tokoh agama nantinya akan menjadi acuan dalam penetapan final perwal. Apakah nanti akan diputuskan ditutup sementara atau dengan pembatasan yang lebih ketat.

"Ini akan menjadi klausul kami. Jadi, ketentuannya itu 14 hari, setelah itu sudah. Nanti usulan dari para tokoh agama akan dirapatkan bersama forpimda untuk menetapkan perwal," ucap Sutiaji.

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniPSBB Malang RayaPemkot MalangKumpulkan Tokoh AgamaSekda kota malangWasto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru