Tersangka penganiayaan 3 orang korban yang sebabkan satu balita meninggal dunia (kaki terikat) saat dibawa ke RSJ Lawang menggunakan mobil ambulan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka penganiayaan 3 orang korban yang sebabkan satu balita meninggal dunia (kaki terikat) saat dibawa ke RSJ Lawang menggunakan mobil ambulan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski dari hasil penyidikan mencuat dugaan jika pelaku pembacokan terhadap tiga orang korban mengalami gangguan jiwa. Namun, pihak kepolisian tetap memproses secara hukum terhadap pelaku yang berinisial SU tersebut. Bahkan pria 40 tahun itu saat ini dibawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Lawang, untuk memenuhi berkas penyidikan.

”Kami lanjutkan (kasusnya), karena nanti vonis hakim yang menentukan bahwa dia (pelaku) sakit jiwa atau tidak,” tegas Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono, saat ditemui media online ini, Senin (11/5/2020).

Baca Juga : Sebelum Membunuh Balita 1,5 Tahun, Pelaku Sempat Minta Uang Rp 5 Miliar ke Kantor Desa

Saat ini, lanjut Pujiyono, pelaku SU sudah resmi berstatus sebagai tersangka pembunuhan. Bahkan, untuk melengkapi berkas penyidikan, polisi membawa pria yang berusia kepala empat ini ke RSJ Lawang.

”Tetap akan kita lakukan penyidikan, yang bersangkutan kita bawa ke RSJ untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Jika memang sakit jiwa, itu nanti akan kita mintakan hasil visum-nya,” terang Kapolsek Bululawang.

Menurut perwira polisi dengan pangkat satu melati di bahu ini, tersangka bisa dijerat dengan pasal berlapis. Bahkan dari delik hukumnya, tersangka bisa diancam dengan kurungan penjara kurang lebih selama 10 tahun.

”Pasal yang kami kenakan terhadap tersangka adalah pasal 338 KUHP dan 351 KUHP, tentang tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan. Bahwa dia (tersangka) bebas atau tidak dari hukumannya tersebut, tergantung dari putusan pada persidangan nanti,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan, tadi pagi (Senin 11/5/2020), sekitar pukul 09.15 WIB. Masyarakat setempat yang tinggal di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dibuat gempar.

Kehebohan warga tersebut, disebabkan karena adanya 3 orang warga setempat yang meninggal karena dianiaya dengan cara dibacok menggunakan sabit.

Sebagai informasi, 3 orang korban itu satu diantaranya merupakan balita 1,5 tahun yang berinisial VA. Sedangkan dua korban lainnya adalah kakak VA yang berinisial AZ (9) dan kakeknya yang berinisial SN (65).

Akibat kejadian tersebut, VA meninggal dunia karena mengalami luka bacok dibagian leher. Sedangkan 2 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka bacokan dibagian kepala.

Baca Juga : Orang Gila Kasembon Bacok 3 Orang, Satu Balita Meninggal Dunia

Sementara itu, Priyono selaku Kepala Desa Kasembon, membenarkan jika pelaku pembunuhan balita tersebut, sempat menjalani perawatan akibat mengalami gangguan jiwa. 

”Dulu pernah dibawa ke (RSJ) Porong, tapi sudah sembuh dan pulang pada Januari 2019 lalu. Kemudian baru pagi mendadak sakitnya (gangguan jiwa) kambuh,” terang Priyono.

Pihaknya menambahkan, selama dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan akibat mengalami gangguan jiwa tersebut. Pelaku tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan. Hingga akhirnya, Senin (11/5/2020) gangguan jiwa yang dialami pelaku kambuh dan akhirnya nekat menganiaya tiga orang tetangganya.

”Kejadian penganiayaan dan pembunuhan ini baru pertama kali terjadi. Selama ini warga yang tinggal disekitar kediaman pelaku biasa saja, tidak pernah mengeluh,” tutup Priyono sembari mengatakan jika pihaknya menyerahkan kasusnya kepada pihak kepolisian.