Sosok Sita Tyasutami, pasien nomor 01 Covid-19 di Indonesia saat menceritakan perjuangannya melawan Covid-19, Sabtu (9/5/2020). (Foto: BNPB)
Sosok Sita Tyasutami, pasien nomor 01 Covid-19 di Indonesia saat menceritakan perjuangannya melawan Covid-19, Sabtu (9/5/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Pasien nomor 01 Covid-19 di Indonesia yakni Sita Tyasutami atau yang akrab disapa Sita ini menceritakan kisah perjuangannya saat melawan Covid-19. Mulai dari tekanan batin terkait persebaran virus tersebut, hingga optimis dapat sembuh akibat pengaruh positif dari lingkungan sekitar. 

Sita menceritakan awal dirinya beserta keluarga yang didiagnosa tertular Covid-19 pertama kali di Indonesia. Sita mengaku sempat alami depresi, karena tekanan batin yang dialaminya beserta keluarga. Menurut Sita hanya terdapat dua pilihan, antara berpikir negatif atau positif dapat sembuh dari Covid-19.

"Ketika saya dan keluarga sakit dikonfirmasi positif Covid-19 itu memang pada awalnya ada tekanan batin rasa depresi dan lain-lain yang diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal. Tapi memang di saat sesuatu seperti ini terjadi kepada kita semua, kita memiliki dua pilihan. Kita bisa mengambil dan melihat semuanya secara negatif dan melihat semuanya secara positif," tuturnya saat Konferensi pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang disiarkan secara streaming melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (9/5/2020).

Sita mengatakan, bahwa depresi atau kesedihan yang berlebih akan membuat sistem imun akan cepat menurun dan menghambat proses penyembuhan dari Covid-19. Maka dari itu saat berada di ruang isolasi, Sita melakukan segala macam aktivitas yang membuat dirinya bugar, senang dan selalu berpikiran positif.

Dengan cara-cara tersebut dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh, sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan dari Covid-19.

"Saat saya positif dan saya mulai semangat untuk sembuh, saya di dalam isolasi melakukan yoga, olahraga sedikit-sedikit, saya menari, saya nyanyi, semua saya lakukan, dibawa happy," ujar Sita.

Sita juga hampir setiap hari saat menjalani isolasi penyembuhan Covid-19, dirinya mengaku tetap berhubungan dengan keluarga menggunakan aplikasi video call untuk menghilangkan stress selama menjalani isolasi.

"Setiap hari berhubungan dengan keluarga saya melalui video call di Whatsapp dan teman-teman, itu akhirnya di saat bisa positive thinking gitu dan semangat untuk hidup, lama-lama gejala-gejala hilang, imun sistem saya naik dan akhirnya saya bisa sembuh," ungkapnya.

Di saat kondisi seseorang sedang menderita Covid-19, Sita juga mengimbau agar selalu memiliki pemikiran yang positif untuk bisa bebas dan sembuh dari derita Covid-19, serta juga perlunya dukungan dari masyarakat untuk mempercepat kesembuhannya. 

"Jadi memang bagi orang-orang yang masih berjuang ya, menurut saya memang kita harus tetap positif dan semangat untuk hidup dan cari support system karena kalau saya pribadi, pengalaman saya, kalau saya menghadapi itu semua sendiri tanpa dukungan dari luar pasti saya tidak akan bisa sembuh secepat itu," ungkapnya.

Sita juga meminta kepada semua masyarakat agar turut serta bergotong royong untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Untuk yang memiliki harta berlebih dapat menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan dan terdampak Covid-19.

Bagi masyarakat yang berlebih, yang ingin membantu dari sisi ekonominya dapat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 dalam bentuk sembako maupun untuk tahap pencegahan atau pemutusan rantai persebaran Covid-19 dapat menyalurkan bantuan berupa masker, handsanitizer, APD (Alat Pelindung Diri) dan sebagainya.