Tersangka penggelapan dan penipuan Mei Wulandari (25) sepeda motor yang telah diamankan Unit Reskrim Polsek Singosari beserta barang bukti. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)
Tersangka penggelapan dan penipuan Mei Wulandari (25) sepeda motor yang telah diamankan Unit Reskrim Polsek Singosari beserta barang bukti. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)

MALANGTIMES - Mendekam di balik jeruji besi bagi Mei Wulandari (25) warga Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, seakan tidak ada kapoknya.

Baca Juga : Bonceng Teman Wanita, Sepeda Motor Remaja Sukun Dirampas di Kawasan Velodrome

Belum lama keluar dari penjara karena kasus penipuan dan penggelapan, Mei berurusan lagi dengan aparat penegak hukum. Kasusnya sama, yakni penipuan dan penggelapan. Warga Kota Malang ini dibekuk unit Reskrim Polsek Singosari. Sebab, tersangka melakukan aksinya di wilayah hukum Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.  

Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni melalui Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono menjelaskan bahwa dari penuturan tersangka, tersangka merupakan residivis penipuan dan penggelapan sepeda motor yang baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Tersangka baru saja keluar dari Lapas Klas 2A Sukun Kota Malang pada tanggal (27/3/2020) dan kemarin hari Kamis (7/5/2020) tersangka diamankan sekitar pukul 17.30 WIB di kediamannya," bebernya saat dikonfirmasi pewarta, Jumat (8/5/2020). 

Tersangka melakukan aksi penipuan dan penggelapan sepeda motor matic milik Leni Panca Putri (36) warga Gang Mangga, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan nomor polisi N-6069-EAK.

Supriyono menjelaskan kronologi kejadian penipuan dan penggelapan yang terjadi pada tanggal (4/5/2020. Tersangka berkunjung ke rumah korban dengan dalih ingin bersilaturrahmi dengan rekannya yang tinggal serumah dengan korban dan sebelumnya mendekam di Lapas bersama dengan tersangka.

Saat itu, korban menawarkan  menjual rumah yang ditinggali tersebut dan tersangka mengaku akan membeli rumah tersebut. Sekitar pukul 19.20 WIB tersangka meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan anak dari tersangka tidak mau naik mobil dan maunya naik sepeda motor.

Sedangkan terkait pembayaran rumah yang telah disepakati dibeli, tersangka akan melakukan pembayaran bersamaan dengan mengembalikan sepeda motor milik korban. Tersangka melakukan aksinya sendiri dengan menunjukkan beberapa uang mainan dalam amplop cokelat untuk membuat korban percaya. 

Korban akhirnya membuat laporan terkait perbuatan tersangka yang tidak lekas mengembalikan sepeda motor korban kepada Polsek Singosari pada hari Kamis (7/5/2020) sekitar pukul 13.32 WIB dan tidak membutuhkan waktu lama, di hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB tersangka berhasil diringkus di kediamannya. 

"Berdasarkan keterangan tersangka, sepeda motor korban telah digadaikan di Pakis dengan harga Rp 5.000.000,-. Dia berdalih hasil penggadaian digunakan untuk membayar hutang," ujar Supriyono.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Singosari berhasil mengamankan beberapa barang bukti, yakni 1 (satu) unit sepeda motor matic warna merah dengan nomor polisi N-6069-EAK beserta STNK aslinya dan 1 (satu) bendel uang palsu atau uang mainan dalam amplop warna cokelat.

Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian materil mencapai Rp 18.000.000,-. 

Tersangka diancam dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun kurungan penjara, serta pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun kurungan penjara.