Dinilai Mendesak, Jembatan Kedungkandang Tetap Dibangun di Tengah Covid-19

May 05, 2020 12:09
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Setelah tertunda selama enam tahun lamanya, pembangunan Jembatan Kedungkandang rencananya dimulai pada pekan ini. 

Baca Juga : Target Pekan Ini Rampung, Pemprov Jatim Kebut Persiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Hal itu menyusul sudah ditentukannya pemenang tender untuk jembatan penghubung dua wilayah di Kota Malang tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menjelaskan, proses pembangunan Jembatan Kedungkandang tetap dilakukan. 

Pasalnya, Jembatan Kedungkandang dinilai sangat krusial untuk segera dituntaskan. 

Terlebih, jembatan tersebut juga menopang aktivitas perekonomian masyarakat.

"Salah satu pertimbangannya karena memang Jembatan Kedungkandang sangat krusial dan dibutuhkan," katanya.

Wasto menegaskan, pembangunan Jembatan Kedungkandang di tengah pandemi Covid-19 ini tak akan berpengaruh pada besaran anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. 

Karena sampai saat ini, anggaran yang diperuntukkan bagi penanganan Covid-19 sudah ditetapkan melalui pergeseran proyek yang lain.

Meski begitu, ketika pandemi Covid-19 dampaknya semakin meluas hingga beberapa bulan ke depan, maka dapat dilakukan adendum waktu dan volume atas pengerjaan fisik jembatan tersebut. 

Artinya, anggaran untuk Jembatan Kedungkandang masih bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19 jika kondisinya memang sangat mendesak.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid-19, Bupati Malang Tetap Lantik Puluhan Pejabat

"Jadi bisa dilakukan adendum waktu dan volume pembangunan fisiknya. Dilihat situasi dan kondisinya. Tapi jika tak ada, maka pembangunan bisa terus dilaksanakan," imbuh Wasto.

Lebih jauh Wasto menyampaikan, pembangunan Jembatan Kedungkandang dilakukan juga merespons dioperasikannya exit tol Malang-Pandaan di Madyopuro. 

Untuk memecah kemacetan, Jembatan Kedungkandang sejak lama telah disiapkan.

"Tol Mapan juga sudah beroperasi, dan itu untuk mengantisipasi kemacetan selain memang penting dalam menunjang perekonomian," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diunggah Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang, tercatat jika proses tender belanja jasa konstruksi rehabilitasi/pengembangan Jembatan Kedungkandang Kelurahan Kedungkandang telah usai dengan nilai pagu mencapai Rp 69.389.274.000.

Tender jasa konstruksi pembangunan Jembatan Kedungkandang tersebut dimenangkan oleh PT Wasis Karya Nugraha yang bermarkas di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta dengan harga penawaran Rp 51.688.952.654,94 serta harga terkoreksi yang sama. 

Sedangkan total peserta tender untuk proyek Jembatan Kedungkandang itu sendiri mencapai 89 perusahaan.

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari Inipandemi covid19Jembatan KedungkandangTetap Dibangun di Tengah Covid 19Sekretaris Daerah Kota MalangWasto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru