(Foto:Istimewa)
(Foto:Istimewa)

MALANGTIMES - Apa yang dilakukan seorang ibu di Madiun ini pantas diapresiasi. Jika banyak orang enggan meminta keluarganya yang datang dari luar kota menjalani karantina sebagai upaya pencegahan covid-19, justru ibu itu sebaliknya: dia minta suaminya dikarantina. 

Baca Juga : Takziahi Jenazah Covid-19, Tiga Warga Batu Dipantau Selama 14 Hari

Ibu itu bernama Puji, apoteker ternama di Kota Madiun. Awalnya dia terkejut lantaran suaminya yang bekerja di Surabaya minta dijemput di Terminal Purboyo, Madiun, pada Sabtu (2/05/2020).

Bukannya gembira karena suami pulang. Puji malah merasa waswas karena suaminya pulang dari zona merah covid-19. “Saya tiba-tiba dihubungi suami untuk jemput di terminal. Kaget saya,” ungkap Puji kepada media ini. 

Suaminya bekerja sebagai seorang sopir di perusahaan bus pariwisata di Surabaya. Suami Puji memutuskan pulang lantaran sudah dua bulan dirinya tidak bekerja. Dia menganggur karena perusahaan tempatnya bekerja tidak mendapat penghasilan semenjak diberlakukannya larangan mudik dan PSBB di Surabaya.

Sebelumnya suami Puji bertahan di mes perusahaan dengan sejumlah pekerja lainnya. Namun pekerja lainnya memutuskan untuk pulang hingga tersisa suami Puji seorang diri di mes tersebut. Lantaran bosan tinggal sendirian, suami Puji memutuskan pulang ke Madiun pada Sabtu (02/05).

Baca Juga : PSBB Tekan Angka Covid-19 di Sidoarjo dan Gresik, Surabaya Tambah 496 Kasus

Puji mengaku  tidak ingin anak mereka yang masih kecil tertular covid-19. Apalagi, suaminya pulang dari zona merah. Karena itu, dia minta suaminya dikarantina di Stadion Wilis, Madiun, selama 14 hari.

Awalnya sang suami menolak dikarantina selama 14 hari di Stadion Wilis. Bahkan suaminya ingin pulang ke daerah asalnya, Pare (Kediri).

Setelah keluarga dan pihak terkait memberikan penyuluhan dan motivasi, akhirnya suami Puji merelakan diri untuk menjalani isolasi di Stadion Wilis  selama 14 hari.