Cinta Suci Hingga Janah, Kisah Pemuda Muslim yang Bertemu Bidadari di Medan Perang

May 04, 2020 06:38
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam sejarah Islam tercatat, ada sosok yang sangat pemberani dalam memerangi kaum kafir. 

Baca Juga : 5 Rekomendasi Kajian Agama Virtual, Bikin Ramadan di Rumah Aja Makin Berkualitas

Dia adalah Abu Qudamah, pria yang disebut sangat mencintai jihad dan dikenal luas oleh umat muslim.

Suatu ketika, dikisahkan Abu Qudamah tengah berada di masjid. 

Di sana, Abu Qudamah mendapatkan banyak pertanyaan tentang jihad. 

Dengan penuh semangat, Abu Qudamah pun menceritakan pengalamannya saat berjihad di medan perang.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah bercerita, saat menceritakan pengalamannya di hadapan umat muslim, Abu Qudamah saat itu menyampaikan jika kisahnya yang paling menakjubkan adalah ketika menyaksikan seorang pemuda yang bertemu dengan bidadari di medan perang.

"Suatu ketika ada perempuan yang mengetuk pintu rumah Abu Qudamah hingga beberapa kali, sampai akhirnya dibukakan lah pintu itu," kata Ustaz Basalamah.

Saat membuka pintunya, ia melihat seorang perempuan bercadar. 

Perempuan itu menyampaikan kepada Abu Qudamah jika ia hendak menyumbangkan rambutnya yang panjang dan kuat menjadi tali kekang kudanya saat berperang.

Singkat cerita, rambut pemberian perempuan itu pun diterima oleh Abu Qudamah. 

Lalu, perempuan itu pun kembali menyampaikan jika ia hendak mengirimkan anaknya untuk ke medan perang bersama Abu Qudamah melawan kafir.

Saat Abu Qudamah akan bergabung dengan pasukan muslim dan melakukan peperangan, datanglah seorang pemuda yang sangat tampan, tinggi, gagah, dan putih tengah menunggangi kuda. 

Ternyata dia adalah anak perempuan yang sebelumnya memberikan rambutnya kepada Abu Qudamah.

Melihat usianya yang sangat muda, Abu Qudamah lalu meminta agar pemuda itu berada di bagian pasukan paling belakang. 

Namun tak disangka, saat perang bergejolak, pemuda itu tiba-tiba saja sudah ada di barisan paling depan.

Melihat itu, Abu Qudamah pun meminta agar pemuda tersebut mundur. 

Dengan tegas pemuda itu menolak dan berkata jika sesuai dengan firman Allah SWT, maka seorang muslim tak boleh mundur saat bertemu dengan kaum kafir.

Hingga sampai akhirnya saatnya istirahat di siang hari, Abu Qudamah mencari keberadaan pemuda itu. 

Dilihatnya, pemuda itu dengan semangat menyiapkan makanan para mujahidin juga rumput untuk kuda-kuda yang diajak berperang.

Usai beristirahat, pasukan pun kembali menyerang musuh. 

Lagi-lagi, Abu Qudamah melihat pemuda tampan itu berada di barisan paling depan. 

Dia kembali meminta pemuda itu mundur, tapi lagi-lagi permintaan Abu Qudamah ditolak dengan jawaban yang sama.

Peperangan pun kembali dihentikan saat malam hari. 

Saat itu, seluruh pasukan berisitirahat. 

Abu Qudamah pun kembali mencari keberadaan pemuda tampan tersebut. 

Hingga akhirnya pemuda itu ditemukan tengah tidur dengan senyum yang lebar di sebuah perkemahan.

Baca Juga : Pakai Baju Kumal nan Lusuh, Rasullullah Sebut Sosok Ini Pemimpin Perempuan Surga

Ketika senyumnya mulai sedikit menghilang, maka Abu Qudamah membangunkan pemuda itu dan bertanya apa mimpi yang membuatnya sampai tersenyum begitu lebar. 

Lalu pemuda itu menjawab jika ia baru saja bermimpi masuk surga dan bertemu dengan perempuan yang amat sangat cantik.

Dengan antusias pemuda itu bercerita kepada Abu Qudamah jika ia akan bertemu dengan perempuan cantik dalam mimpinya itu keesokan harinya. 

Abu Qudamah merasa sangat tersentuh dengan keteguhan hati pemuda tersebut yang begitu menikmati proses jihad.

Keesokan harinya, perang kembali dimulai dan dimenangkan oleh umat muslimin. 

Abu Qudamah saat itu kembali mencari keberadaan pemuda tampan itu lagi. 

Ditemukanlah pemuda itu tergeletak dengan darah dan luka yang luar biasa bersama dengan jenazah dan tubuh muslimin yang gugur.

Maka pemuda yang penuh dengan luka dan darah itu memanggil Abu Qudamah. 

Dia meminta agar Abu Qudamah menyampaikan pesannya untuk sang ibunda. 

Dia ingin Abu Qudamah menyampaikan pesan bahwa anak dari ibunya tersebut telah mati sahid.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pemuda tampan itu juga menyampaikan jika perempuan cantik dari surga yang ia temui dalam mimpi saat itu sedang berada disampingnya. 

Perempuan secantik bidadari itu tengah menunggu ia untuk keluar dari jasadnya. 

Lalu meninggal lah pria tampan tersebut di medan perang.

Cintanya pada Islam yang begitu suci, turut mengantarkan pemuda itu pada janah, taman firdaus yang disiapkan Allah untuk umat-Nya.

"Abu Qudamah kemudian menguburkan pria tersebut," terang Ustadz Basalamah.

Abu Qudamah pun pulang dan langsung menyampaikan kabar tersebut kepada sang ibu pemuda tampan itu. 

Kemudian sang ibu mengucapkan rasa syukurnya dengan melakukan sujud syukur. 

Abu Qudamah pun kembali dibuat kagum dan menangis akan keteguhan luar biasa dari keluarga tersebut.

 

Topik
MalangBerita MalangBerita Hari IniKisah Sahabat RasulullahCinta Suci Hingga JanahPemuda Muslim yang Bertemu BidadariBertemu Bidadari di Medan PerangAbu QudamahCerita Ustaz Khalid Basalamah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru