Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto:  Gesuri.id)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Gesuri.id)

MALANGTIMES - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi sorotan setelah mengusulkan gaji aparatur sipil negara (ASN) dipotong 50 persen.

Pemotongan itu dilakukan pada ASN golongan III ke atas.

Mendengar usulan itu, tak sedikit kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang memberikan penolakan.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Dewan Sarankan Pemkot Malang Susun Skenario Kebijakan Ekonomi Baru

Seperti salah satu ASN di Jateng tak setuju dengan usulan yang disampaikan oleh Ganjar.

Dikatakan oleh ASN yang enggan disebutkan namanya itu, tanpa adanya pemotongan, gaji yang diterima sudah cukup kecil.

Karena sudah harus dipotong dengan beberapa kebutuhan seperti angsuran, cicilan rumah, dan lain-lain.

“Sekarang tanpa ada pemotongan saja, kita terimanya enggak 100% karena dipotong pembiayaan yang lain. Nah, kalau dipotong kan terimanya kecil, bahkan bisa-bisa enggak ada,” ujar ASN tersebut dikutip dari Suara.com.

Lebih lanjut, ia meminta kebijakan pemerintah agar perusahaan leasing memberikan keringanan di masa pandemi Corona ini.

Baca Juga : 2.797 Pekerja di Kota Malang Kena PHK, Disnaker-PMPTSP Lakukan Ini

Banyak ASN menjadi debitur yang memiliki kewajiban membayar utang setiap bulan.

Untuk membayar utang itu, gaji para ASN pun dipotong secara langsung.

“Nah, kalau itu masih dipotong tentunya kita bisa-bisa enggak dapat gaji. Mau makan apa nanti,” paparnya.

Kendati demikian, ada juga yang setuju dengan usulan Ganjar terutama mereka dari kalangan buruh atau pihak swasta.

“Saya kira itu langkah yang tepat. Apa yang diusulkan Pak Ganjar sangat manusiawi. Terobosan itu tentu sangat menenangkan kekhawatiran hidup masyarakat yang kesusahan. Termasuk kawan-kawan buruh,” ujar Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI) Elly Rosita Silaban.

Dikatakan Elly usulan ganjar itu seharusnya bisa diterima baik oleh para ASN.