Kabut asap bisa pincu kanker dalam jangka panjang (Foto: routers)
Kabut asap bisa pincu kanker dalam jangka panjang (Foto: routers)

MALANGTIMES - Bencana kabut asap yang melanda Indonesia rupanya menyimpan bahaya laten. Jika tak ditangani seksama, masyarakat yang menjadi korban asap kebakaran hutan dan lahan bisa saja terserang kanker.

Baca Juga : Lacak Penderita Covid-19 di Sekitar Anda dengan Aplikasi dari Pemprov Jatim Ini!

"Dampak dari menghirup asap ini bukan saat ini tapi dalam jangka panjang dan baru dirasakan 5-10 tahun mendatang, untuk itu perlu penanganan kesehatannya dengan baik," ucap Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono di Jakarta, Minggu (18/10/2015).

Demi meminimalisir efek negatifnya, para korban asap perlu mendapat perbaikan mutu gizi dan pola hidup sehat. Konsumsi buah-buahan, sayuran, vitamin dan mineral pun perlu terus dilakukan agar tubuh tetap bugar dan sehat.

Menurut Wahono, golongan yang rentan menderita kanker akibat terekspos asap adalah anak-anak, para usia lanjut dan juga ibu hamil, terutama karena kondisi kekebalan tubuh mereka yang kurang.

Baca Juga : Pekerja Migran dari Malaysia Bakal Ikuti Rapid Test Ulang, Pemprov Jatim Siapkan 200 Alat

Pendapat senada dilontarkan Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, Yahadiana Harahap. Menurutnya, faktor lingkungan yang buruk termasuk kabut asap bisa menjadi pemicu kanker, walaupun pembuktiannya baru bisa diketahui dalam jangka panjang. 

"Penyebab kanker dipengaruhi oleh faktor lingkungan mencapai 90-95 persen, sedangkan faktor genetik penyebab kanker hanya 5-10 persen," imbuhnya. (*)