Ilustrasi donor darah. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi donor darah. (Foto: Shutterstock).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 yang mewarnai pelaksanaan ibadah ramadan tak menyurutkan antusiasme pendonor darah di Kota Malang. Terbukti, di pekan pertama puasa ini, stok darah di Kota Malang masih dipastikan aman hingga 10 hari ke depan.

Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati menyatakan meski sebelum memasuki bulan puasa stok darah di PMI Kota Malang sempat turun, namun kini telah kembali naik. Rata-rata untuk pekan pertama ramadan ini sebanyak 65 pendonor datang ke PMI Kota Malang.

"Kesulitan memang saat sebelum puasa, tetapi segala cara kami lakukan untuk menjaring pendonor. Alhamdulillah memasuki Ramadan ini stoknya bisa memenuhi kebutuhan 100 persen. Saat ini terpantau ada 993 kantong darah, itu artinya aman sampai 11 hari ke depan," ujarnya.

Namun, selama masa pandemi Covid-19 ini permintaan darah dari layanan kesehatan di Kota Malang dikatakannya cenderung menurun. Salah satu penyebabnya, ada kebutuhan operasi yang tidak darurat ditunda pelaksanannya.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya permintaan saat ramadan dan menjelang lebaran cukup tinggi.

"Biasanya kebutuhan tinggi saat lebaran, tetapi dengan adanya larangan mudik ini bisa jadi kebutuhan darah juga tidak banyak," imbuhnya.

Pihaknya berharap antusiasme warga untuk melakukan donor di tengah pandemi Covid-19 tetap stabil. Warga juga diminta untuk tidak perlu khawatir saat datang mendonorkan darahnya ke UTD PMI Jalan Buring Kota Malang.

Sebab semua prosedur protokol kesehatan dalam pelaksanaan donor darah telah dijamin, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

"Kami menerapkan physical distancing untuk pencegahan penularan Covid-19. Warga yang akan donor juga dicek dahulu suhu tubuhnya. Untuk jam operasional kami tetap melayani mulai pukul 08.00-21.00 WIB," terangnya.

Berbagai program untuk menarik pendonor juga dilakukan oleh PMI Kota Malang. Seperti saat awal pandemi Covid-19, melibatkan korps relawan PMI di kampus, kerjasama dengan TNI, serta jaringan hingga RT/RW.

Kemudian, di bulan ramadan kali ini untuk mengapresiasi pada para pendonor PMI Kota Malang memberikan bingkisan berupa beras 5 kilogram. Program pemberian suvenir ini bertajuk ‘Ramadan Berbagi Senyum’.

"Program ini berlaku buat siapa saja, termasuk untuk para pengemudi ojek online yang mau mendonorkan darahnya," tandasnya.