Petugas saat melakukan pemeriksaan di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Istimewa)
Petugas saat melakukan pemeriksaan di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Batu melakukan pemeriksaan atau screening kepada kurang lebih 159 warga di Desa Sumberjo, Kecamatan Batu. 

Baca Juga : Usai Dirawat di RSUD Kota Malang, Pasien Reaktif Covid-19 Asal Tlogomas Karantina Mandiri

Mereka diperiksa lantaran sempat melayat salah satu jenazah dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Terlihat sejak Rabu (29/4/2020) hingga Kamis (30/4/2020) para petugas yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mendatangi satu persatu keluarga dan warga sekitar yang melayat di rumah PDP tersebut. 

Kemudian, petugas juga melakukan wawancara terhadap warga terkait interaksi dengan almarhum dan juga kondisi kesehatan yang dirasakan.

Selain itu, warga juga menjalani pemeriksaan dasar seperti pengukuran suhu badan. 

“Ada  kurang lebih 159 warga yang telah di-tracing dengan 3 kategori yaitu resiko tinggi, sedang dan rendah. Dan masih akan dilanjutkan pelacakan, selanjutnya hasilnya akan dipilah mana yang perlu dilakukan rapid test dan mana yang tidak,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Ia menambahkan, jika screening di Desa Sumberjo dilakukan berdasarkan informasi dari Pihak Puskesmas Pujon dan RS Karsa Husada.

Seperti diberitakan, pasien yang meninggal itu sebelumnya masuk RS Karsa Husada dengan status PDP dan ada riwayat pulang paksa. 

Lalu, almarhum meninggal di rumah.

“Tetapi pada saat meninggal, hasil swab masih belum keluar. Hasil swab keluar 2 hari setelah almarhum meninggal dunia. Hasil konfirmasi pihak Dinkes Batu dengan pihak Puskesmas Pujon, pada saat meninggal, jenazah diperlakukan pemulasaraan sesuai tata laksana Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga : ODR Hingga PDP di Kota Malang Terus Bertambah, 8 Pasien Positif Masih Menjalani Perawatan

Kemudian, keluarga dan warga yang terlibat dalam pemakaman juga sudah menggunakan APD level 3. 

Memang pada awalnya pihak keluarga menolak, tetapi setelah dilakukan persuasi akhirnya pihak keluarga bisa menerima. 

Selanjutnya, bagi warga Desa Sumberjo yang melayat ke Kecamatan Pujon hingga saat ini sedang dilakukan pelacakan oleh tim tracing dari Dinas Kesehatan. 

Chori menjelaskan, pelacakan atau tracing ini dilakukan untuk menjaga dan melindungi masyarakat agar tidak terpapar Covid-19. 

“Oleh karena itu, kami berharap agar semua pihak, bisa mematuhi ketentuan dan protap yang berlaku,” terang Chori.

Dia menekankan agar warga yang diharuskan isolasi mandiri untuk melaksanakannya dengan tertib. 

Chori mengimbau agar warga bersikap tenang dan jangan sampai ada kepanikan yang berlebihan, namun harus tetap waspada.

“Mari kita saling menjaga satu sama lain, baik antar keluarga maupun dengan sesama tetangga,” tutupnya.