Cegah Duplikasi Data Penerima Bantuan, Pemkot Batu Lakukan Verifikasi Satu Pintu

Apr 28, 2020 10:09
Petugas saat memberikan bantuan insentif pada lansia beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Petugas saat memberikan bantuan insentif pada lansia beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan mulai menyalurkan bantuan bagi waga terdampak pandemi Covid-19. Agar tidak tumpang tindih, pendataan dilakukan melalui satu pintu. 

Baca Juga : Rapid Test Bakal Disiapkan Pemkot Batu di 4 Titik Check Point

Sehingga, sampai saat ini proses verifikasi masih berlangsung terhadap para calon penerima bantuan dari Pemkot Batu.

“Untuk menghindari duplikasi atau tumpang tindih penerima bantuan, maka pendataan dilakukan melalui satu pintu. Yakni RT dan RW di desa maupun kelurahan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

“Selain itu, dasar pemberiannya berdasarkan kartu keluarga (KK) dengan menyertakan dokumen KK asli. Kemudian data yang sudah diverifikasi oleh pemerintah desa," terangnya.

"Selanjutnya, data dari desa akan dicek ulang oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dokumen KK-nya. Setelah clear, baru diproses oleh Dinas Sosial,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemkot Batu akan memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta untuk setiap KK. 

Bagi warga kurang mampu yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat atau Pemprov Jatim, apabila nilainya kurang dari Rp 1 juta, nantinya selisih nilai bantuan itu akan ditambah oleh Pemkot Batu. 

“Supaya nilainya sama dengan yg diberikan oleh Pemkot Batu yaitu sebesar Rp 1 juta. Istilah di Top Up," tambah Chori.

Anggaran yang disiapkan untuk penanganan Covid-19 di kota apel ini mencapai kurang lebih Rp 102 miliar.

Dana itu diperuntukkan bagi kebutuhan 3 bulan ke depan melalui recofussing dan realokasi anggaran. 

Dana itu untuk operasional mulai dari bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang Jaring Pengaman Sosial/Social Safety Net, dan bidang keamanan.

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Berikan Bantuan Beras ke Panti Asuhan Biara SPM Kepanjen

Rinciannya, untuk kebutuhan kesehatan selama 3 bulan mendatang dianggarkan mencapai Rp 40,14 miliar. Meliputi pembelian APD, masker, hand sanitizer, desinfektan, rapid test, obat-obatan.

Lalu ada penambahan nutrisi bagi kelompok rentan yakni anak-anak dan lansia. Hingga kebutuhan biaya shelter untuk isolasi sebagai antisipasi para pemudik setiap kecamatan.

Kemudian juga insentif tenaga medis dan tenaga pendukung. Biaya shelter karantina, tempat istirahat medis, biaya pengobatan rumah sakit.

Lalu pada bidang ekonomi, berupa pembebasan pajak hiburan dan hotel, pembebasan retribusi pasar, diskon tarif PDAM, pembebasan sewa bedak di tempat obyek wisata. Dan pembebasan retribusi kebersihan serta PBB untuk sektor pertanian.

Sedangkan untuk Jaring Pengaman Sosial/Social Safety Net tahap awal disiapkan hampir Rp 60 miliar untuk 3 bulan ke depan, dan akan disiapkan sampai 6 bulan.

Digunakan bantuan bagi 30 ribu kartu keluarga (KK) atau hampir 43,5 persen jumlah KK di Kota Batu bagi sektor informal dan warga masyarakat yang terdampak Covid-19. Yaitu, para buruh tani/penggarap, pekerja yang dirumahkan, pekerja harian, PKL/UMKM, tukang ojek dan sopir angkut, pengelola kantin sekolah.

Lalu pramuwisata/guide/pokdarwis dan masyarakat kurang mampu yang di luar data DTKS. Saat ini data dari OPD sudah masuk tinggal verifikasi ulang dari Desa/Kelurahan.

Untuk bidang keamanan disiapkan kurang lebih Rp 1,92 miliar untuk Operasional penanggulangan Covid-19 mulai dari BPBD, Operasi Cipta Kondisi Kantramtibmas, Physical Distancing, Operasi Gabungan pengecekan warga luar yang masuk di 2 pintu masuk Kota Batu, dan pengawasan warga pendatang baru di desa/kelurahan.

Topik
BatuBerita BatuPemerintah Kota BatuData Penerima BantuanVerifikasi Satu Pintu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru