Rektor UMM Dr Fauzan MPd (paling kanan) memimpin jalannya prosesi pengukuhan. (Foto: Humas)
Rektor UMM Dr Fauzan MPd (paling kanan) memimpin jalannya prosesi pengukuhan. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Selentingan bahwa Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd menambah jabatan baru Wakil Rektor IV. Dikarenakan tidak puas dengan SK Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang Pengangkatan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM Masa Jabatan 2020-2024.

Baca Juga : Pemuda Ansor dan Muhammadiyah Bantu Terdampak Covid-19 Tembus Batas Perbedaan Kepercayaan

SK yang ditandatangani Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof H Lincolin Arsyad PhD dan Sekretaris Muhammad Sayuti MPd MEd PhD itu mengangkat dan menetapkan Dr Nur Subeki ST MT sebagai WR III bidang kemahasiswaan dan alumni UMM masa jabatan 2020-2024.

Sementara, Fauzan ingin mempertahankan formasi lamanya. Yakni Prof Dr Syamsul Arifin MSi sebagai WR I, Dr H Nazaruddin Malik SE MSi sebagai WR II, dan Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum sebagai WR III.

Sehingga, dirinya mensiasati penambahan jabatan WR IV tersebut untuk mempertahankan Sidik. 

Benar saja. Hari ini, Rabu (22/4/2020), Sidik dikukuhkan sebagai WR IV UMM.

Pagi tadi, Fauzan mengukuhkan seluruh Wakil Rektor baru masa jabatan 2020-2024 secara daring.

WR I diisi oleh Prof Dr Syamsul Arifin MSi yang membidangi Akademik dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. 

WR II diisi Dr Nazaruddin Malik MSi yang membidangi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan.

Posisi WR III diisi Dr Nur Subeki ST MT yang membidangi Kemahasiswaan dan Alumni. Serta WR IV diisi Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum yang membidangi Kelembagaan, Sumber Daya Manusia, dan Kerjasama.

Baca Juga : Alumni Benarkan Adanya Desas-desus Pergantian WR III UMM

Fauzan juga akhirnya buka suara perihal desas-desus sebelumnya. Dikutip dari keterangan tertulis, Rektor UMM ini menyatakan, bahwa adanya penambahan jabatan WR IV dilakukan untuk merespons perkembangan.

Ia menegaskan, bahwa usulan itu dibuat karena formasi sebelumnya belum meng-cover perkembangan yang dibutuhkan dalam situasi 3 tahun terakhir ini.

Baca Juga : Menelaah Peran Agama Saat Wabah Melanda, UIN Malang Rangkul Pemuka Agama se-Malang Raya

Fauzan lantas mengajak kepada para WR UMM untuk merenungkan kembali tentang hakekat sebuah jabatan. Jabatan apapun yang tengah diemban adalah amanah, yang apabila dijalankan dengan standar ilahiyah yang didasari dengan hati ikhlas, maka Allah SWT akan memberikan yang terbaik.

"Dengan niat yang tulus dan selalu husnudzon dalam menjalankan amanah ini, Insya Allah, kemajuan akan kita dapat," demikian disampaikan Fauzan usai pelantikan yang disaksikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr H A Malik Fadjar MSc, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof H Lincolin Arsyad MSc PhD, serta civitas akademika UMM yang ikut dalam proses pelantikan melalui online meeting.

Lincolin Arsyad, menaruh harapan kepada para WR baru UMM. Dengan formasi baru ini, diharapkan UMM dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik, dan diselesaikan dengan baik juga.

"Hampir semua melihat ke UMM. Jadi, UMM harus menjadi contoh yang baik bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Menjadi acuan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang lain," ujar Lincolin di kediamannya.

Di sisi lain, Malik Fadjar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya, di tengah-tengah kehidupan yang mengalami perubahan besar-besaran ini, UMM tetap dapat melengkapi kepemimpinan di lingkungan UMM.

"Mudah-mudahan dengan kelengkapan kepemimpinan ini, perjalanan UMM ke depan semakin pesat," kata Malik yang tersambung via Google Meet di kediamannya di Malang.

Sebagaimana diketahui, sambung Malik, bahwa UMM telah menempuh perjalanan panjang mengantarkan generasi ke generasi, mengantarkan kehidupan bermuhammadiyah dan berakademik, sesuai dengan amanat yang telah digariskan oleh Majelis Diktilitbang Muhammadiyah.

Disebutkan, Rektor UMM tahun 1983-2000 yang sempat menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia periode 2015-2019 ini, tradisi UMM yang memiliki WR IV ada pada awal-awal Malik memimpin. Ia berharap dengan kelengkapan tahun ini menjadi bagian penting dalam kemajuan UMM.

"Saya berharap, UMM dapat dikelola dengan baik. Meskipun universitas ini milik ormas besar Muhammadiyah, tapi dalam mengelolannya hendaknya tetap menggunakan prinsip profesional dan selalu konsisten mampu membawa misi UMM ke depan untuk menjawab seluruh tuntutan dan tantangan," pesannya.