(dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang Mujahidin Ahmad. (Foto: istimewa)
(dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang Mujahidin Ahmad. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Diskusi sambil berjemur yang rutin dilaksanakan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kali ini tak kalah istimewa. Dengan tema, Peran Ormas Pemuda dalam Menghadapi Covid-19, UIN Malang mengundang berbagai organisasi pemuda di Kota Malang.

Baca Juga : UIN Malang Kejar Target Bangun Rumah Sakit, Ini yang Telah Disiapkan

Sebagai narasumber, ada Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Malang Ahmad Farih Sulaiman, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang Mujahidin Ahmad, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang Hutama Budi Hindrarta, dan Dosen Milenial Fakultas Psikologi UIN Malang Aprilia Mega.

Dalam diskusi yang diadakan di halaman depan gedung Rektorat UIN Malang, Rabu (22/4/2020) ini, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak sebagai host.

Dia menyatakan, banyak yang telah dilakukan ormas-ormas pemuda ini dalam menanggulangi Covid-19. Dan yang patut diapresiasi, Pemuda Ansor dan Muhammadiyah membantu seluruh masyarakat tanpa melihat perbedaan, termasuk perbedaan agama dan kepercayaan.

Ketua GP Ansor Kota Malang Ahmad Farih Sulaiman menyampaikan apresiasinya lantaran telah diundang UIN Malang dalam diskusi ini. Ia menyampaikan, Satgas Bagana (Barisan Ansor Tanggap Bencana) sudah melakukan penyemprotan disinfektan masif di 5 kecamatan.

"Updatenya rata-rata Ansor di masing-masing kecamatan ini melakukan hampir di 60 titik," ucap Farih.

Farih menyampaikan, fokus pertama 60 titik ini adalah di pondok pesantren karena sebagian besar pondok pesantren belum memulangkan santri-santrinya sehingga pihaknya berpikir sebelum pulang mereka harus dinetralisir dulu dari virus.

Kedua, penyemprotan juga dilakukan di fasilitas umum, seperti mushola, TPQ dan TPA, masjid, dan juga fasilitas umum di luar komunitas NU.

"Kemarin kita juga sempat menyemprot di Vihara jalan Soekarno Hatta, kemudian di Vihara Hindu daerah Kedungkandang, kemudian juga beberapa gereja-gereja," bebernya.

Selain itu, juga di masjid-masjid Muhammadiyah. Prinsipnya, Ansor bergerak tidak terbatas agama maupun kepercayaan.

"Prinsipnya bahwa pandemi Corona ini memang musibah bagi kita semua. Dan ketika bergerak kita juga tidak menggunakan batas agama atau kepercayaan. Kita anggap kemanusiaan ini sama semuanya harus kita bantu," tegasnya.

GP Ansor juga membagikan hand sanitizer alami kepada masyarakat berbahan jeruk nipis dan suruh.

Sama halnya dengan GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah juga membantu seluruh kalangan masyarakat terdampak Covid-19 tanpa pandang bulu.

Ketua PDPM Kota Malang Mujahidin Ahmad menyampaikan, sampai tanggal 20 April kemarin, terdapat 152 titik penyemprotan disinfektan.

"Dan itu termasuk kurang lebih 13 masjid NU," imbuhnya.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah juga membagikan 1657 Alat Pelindung Diri (APD) dan masker, serta 2154 paket hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Lalu, ada sekitar 3200 paket sembako yang dibagikan hari ini untuk seluruh masyarakat.

"Hari ini ada sekitar 3200 paket sembako yang dibagikan untuk seluruh masyarakat, tidak membedakan agama, ormasnya, tidak semuanya, yang penting mereka termasuk kategori yang terdampak Covid-19," tegasnya.

Baca Juga : Tepis Tuduhan Ganti WR III, WR II Ungkap Rektor UMM Buat Jabatan WR IV

Selain itu, ada juga pembagian 7500 butir telur ayam dan 1185 boks nasi.

"Dan uang yang sampai hari ini terkumpul Rp118.380.000. Ke depannya insya Allah kita terus ingin berbagi melalui Lazismu," ucap Mujahidin.

Untuk masyarakat yang terdampak secara psikologis, Muhammadiyah juga menyediakan call center yang dilayani oleh dosen-dosen yang ada di kampus-kampus Muhammadiyah.

Mujahidin mewakili pemuda Muhammadiyah juga mengucapkan terima kasih kepada Prof Haris lantaran sudah diundang ke diskusi tersebut.

"Sejak 3 bulan yang lalu ketika kasus pertama Covid-19 ini terdapat di Indonesia, kita memang punya banyak sekali keinginan untuk berbuat, termasuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan ataupun rehabilitasi. Cuma baru kali ini sebuah institusi yang cukup besar mau mengundang kami, mau melibatkan pemuda dalam sebuah diskusi yang disiarkan seperti ini. Jadi saya sangat mengapresiasi sekali. Insya Allah semua pemuda masyarakat ingin berbuat, tapi baru kali ini saya merasakan diundang oleh institusi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk proses diskusi," beber dia. 

Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof Haris juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan semua pihak. Dirinya juga mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 tanpa memandang perbedaan.

"Luar biasa. Sesungguhnya antara NU dan Muhammadiyah tidak ada lagi perbedaan macam-macam," pungkasnya.