Foto bersama usai diskusi dan berjemur memperingati HUT MSSA ke-19. (Foto: Humas)
Foto bersama usai diskusi dan berjemur memperingati HUT MSSA ke-19. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Ma'had Sunan Ampel AI Aly (MSAA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) saat ini telah memasuki usia yang ke-19 tahun. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) MSSA, UIN Malang menggelar diskusi sambil berjemur, Senin (20/4/2020).

Baca Juga : Cikal Bakal Terbentuknya "The Real Pesantren" Ma'had UIN Maliki Malang

Diskusi dengan tema "HUT Ma'had Sunan Ampel Al Aly (MSAA) UIN Maliki ke 19: Peran dan Tantangan dalam Menghadapi Covid-19" ini digelar di depan rektorat UIN Malang.

Narasumber yang mengisi diskusi antara lain KH Drs Chamzawi MAg, KH Dr Isroqunnajah MAg, KH Dr Imam Muslimin MAg, dan KH Dr Muzakki MA. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai moderator.

"Semoga dengan bertambahnya usia ma'had yang ke-19 ini dapat terus menyebarkan kebaikan untuk kemajuan kampus," ucap Prof Haris.

Sementara itu dalam paparannya, Mudir Ma'had Muzakki menyampaikan bahwa ma'had ini adalah salah satu ikon kampus UIN Malang.

"Harapannya ke depan Ma'had Sunan Ampel Al Aly bisa menjadi magnet yang lebih baik dan memberikan berkah untuk kita semua," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, kiai pertama pengasuh Ma'had Sunan Ampel Al Aly KH Chamzawi berpesan kepada seluruh civitas akademika UIN Malang untuk memperhatikan ma'had.

"Bila ma'had diperhatikan lebih insya Allah ma'had ke depan akan berjalan dengan lebih baik lagi," pesannya.

KH Imam Muslim selaku tokoh pendirian ma'had menyampaikan bahwa tantangan ke depan akan sangat komprehensif. Apalagi dihadapkan dengan wabah Covid-19 saat ini.

Baca Juga : Gabungkan Ilmu dan Budaya, Ma'had UIN Malang Jadi Percontohan PTKI se-Indonesia

"Ma'had harus tetap memberikan Uswatun Hasanah kepada mahasantrinya dalam keteladanan pengasuh terhadap santrinya," ucapnya.

Terakhir, KH Isroqunnajah sebagai mantan mudir Ma'had yang saat ini menjabat Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Malang menyampaikan bahwa ma'had harus siap dengan tantangan di zaman saat ini.

"Ma'had bisa menyesuaikan dengan kondisi perkembangan yang terjadi untuk menjadi lebih baik," tandasnya.