Selain Indonesia, 13 Negara Ini Juga Bebaskan Napi Selama Pandemi Covid-19

Apr 17, 2020 12:25
Pembebasan napi di tengah wabah Covid-19. (Doc. Menkumham)
Pembebasan napi di tengah wabah Covid-19. (Doc. Menkumham)

MALANGTIMES - Kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk memberikan kebebasan terhadap para napi memang menuai kontroversi.

Baca Juga : Setiap Hari, Polres Malang Amankan 200-an Orang yang Nekat Keluyuran

Namun, Yasonna menegaskan, kebijakan memberikan asimilasi dan integrasi pada warga binaan di lapas serta rutan over kapasitas ini dilakukan atas rekomendasi PBB untuk seluruh dunia.

Alasan memberikan asimilasi dan integrasi pada warga binaan itu adalah untuk menyelamatkan mereka dari ancaman menyebarnya Covid-19.

Sebab, kondisi di dalam lapas dan rutan sudah kelebihan kapasitas sehingga sulit menerapkan protokoler pencegahan Covid-19.

"Ini karena kemanusiaan. Tidak ada yang bisa menjamin Covid-19 tidak masuk ke dalam lapas atau rutan, karena ada petugas yang punya aktivitas di luar dan kita tidak pernah tahu jika dia membawa virus itu ke dalam lapas," ucap Yasonna.

Hingga April 2020, Indonesia telah membebaskan lebih dari 35 ribu napi (bukan koruptor, bandar narkotika, dan terorisme).

Baca Juga : Napi Asimilasi Keluar-Masuk Penjara Bikin Pusing Kemenkum HAM

Selain Indonesia, berikut data negara-negara lain yang juga membebaskan napi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam lapas.

Di Amerika Serikat, California membebaskan 3.500 napi, New York City membebaskan 900 napi, Haris Country 1.000 napi, Los Angeles 600 napi, serta Federal 2.000 napi.

Kemudian Italia membebaskan 3.000 napi, Inggris & Wales membebaskan 4.000 napi, Iran membebaskan 85.000 napi dan 10.000 tahanan politik, Bahrain membebaskan 1.500 napi, Israel 500 napi, Yunani 15.000 napi, Polandia 10.000 napi, Brazil 34.000 napi, Afganistan 10.000 napi, Tunisia 1.420 napi, Kanada 1.000 napi, dan Perancis membebaskan lebih dari 5.000 napi.

"Ini karena alasan kemanusiaan karena kondisi di dalam lapas dan rutan sudah sangat kelebihan kapasitas dan kondisi di dalam lapas akan sangat mengerikan jika tidak melakukan pencegahan penyebaran Covid-19," tandas Yasonna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru