Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu saat Videoconference membahas pencegahan covid 19 di kantor masing-masing Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu saat Videoconference membahas pencegahan covid 19 di kantor masing-masing Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, melakukan perubahan anggaran dalam penanganan covid-19. Tak tanggung-tanggung, wilayah yang dipimpin oleh Dewanti Rumpoko ini, menaikkan anggaran itu sekitar 50 persen  atau dua kali lipat dari semula.

Jika beberapa hari yang lalu, hanya menganggarkan Rp 59,5 miliar untuk 3 bulan. Kini, anggaran yang disiapkan untuk penanganan covid-19 mencapai kurang lebih Rp 102 miliar untuk kebutuhan 3 bulan ke depan.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori, yang menyampaikan, Pemkot Batu melalui recofussing dan realokasi anggaran menyiapkan dana kurang lebih Rp 102 miliar.

“Ada penambahan di tiga bidang hingga akhirnya kebutuhan naik. Yakni untuk penanganan kesehatan, jaring pengamanan sosial, dan keamanan operasional BPBD dan Satgas Covid-19,” ucapnya, Jumat (10/4/2020).

Total anggaran uang dibutuhkan sebesar Rp 102 miliar itu, lanjutnya, meliputi empat bidang. Yakni, bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang Jaring Pengaman Sosial/Social Safety Net, dan bidang keamanan.

Di tiga bidang terakhir itulah, Pemkot Batu membutuhkan anggaran yang lebih besar dari yang telah disiapkan dari awal.

Disinggung perinciannya, M Chori menyampaikan, kebutuhan kesehatan selama 3 bulan mendatang dianggarkan mencapai Rp 40,14 miliar. Meliputi pembelian APD, masker, hand sanitizer, desinfektan, rapid test, obat-obatan.

Lalu ada penambahn nutrisi bagi kelompok rentan yakni anak-anak dan lansia. Hingga kebutuhan biaya shelter untuk isolasi sebagai antisipasi para pemudik setiap kecamatan.

“Kemudian juga insentif tenaga medis dan tenaga pendukung. Biaya shelter karantina, tempat istirahat medis, biaya pengobatan rumah sakit,” jelas Chori.

Lalu pada bidang Ekonomi, berupa pembebasan pajak hiburan dan hotel, pembebasan retribusi pasar, diskon tarif PDAM, pembebasan sewa bedak di tempat obyek wisata.

“Dan yang sedang dikaji pembebasan retribusi kebersihan serta PBB untuk sektor pertanian,” tambahnya.

Sedangkan untuk Jaring Pengaman Sosial/Social Safety Net tahap awal disiapkan hampir Rp 60 miliar untuk 3 bulan ke depan, dan akan disiapkan sampai 6 bulan.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Digunakan bantuan bagi 30 ribu kartu keluarga (KK) atau hampir 43,5 persen jumlah KK di Kota Batu bagi sektor informal dan warga masyarakat yang terdampak Covid-19. Yaitu, para buruh tani/penggarap, pekerja yang dirumahkan, pekerja harian, PKL/UMKM, tukang ojek dan sopir angkut, pengelola kantin sekolah.

 “Lalu pramuwisata/guide/pokdarwis dan masyarakat kurang mampu yang di luar data DTKS. Saat ini data dari OPD sudah masuk tinggal verifikasi ulang dari Desa/Kelurahan,” terang Chori.

Untuk bidang keamanan disiapkan kurang lebih Rp 1,92 miliar untuk Operasional penanggulangan Covid-19 mulai dari BPBD, Operasi Cipta Kondisi Kantramtibmas, Physical Distancing, Operasi Gabungan pengecekan warga luar yang masuk di 2 pintu masuk Kota Batu, dan pengawasan warga pendatang baru di desa/kelurahan.

“Sumber dana diperoleh dari recofussing dan relokasi anggaran yang berasal dari pengalihan belanja perjalanan dinas, makan minum rapat, kegiatan pelatihan, bimtek, pameran,” ucapnya.

“Lalu juga sosialisasi dan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, pengadaan pakaian dinas, pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor, pengadaan kendaraan, belanja barang dan jasa serta belanja modal yg dinikai kurang mendesak dan bisa ditunda,” tutup Chori.